Adaro Minerals: Perusahaan Tambang dengan Area Greenfields Terbesar di Dunia

Pertambangan
1
Vika Azkiya Dihni 10/02/2022 19:40 WIB
Luas Area PKP2B Konsesi Pertambangan Anak Perusahaan Adaro Minerals (2022)
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) merupakan perusahaan induk di bidang pertambangan dan perdagangan batu bara metalurgi yang baru saja melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal 2022.

ADMR menjalankan usahanya melalui lima anak perusahaan, di mana masing-masing anak usaha memiliki konsesi tambang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) di Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Tengah (Kalteng), dengan luas total wilayah konsesi 146.579 hektare.

Wilayah konsesi tambang ADMR merupakan bagian dari Cekungan Kutei Atas (Upper Kutei Basin) yang memiliki endapan batu bara metalurgi, sekaligus merupakan salah satu area greenfields terbesar di skala global.

Saat ini perseroan melalui anak perusahaan telah mengoperasikan dua konsesi PKP2B, yaitu melalui PT Lahai Coal (LC) dan PT Maruwai Coal (MC).

LC telah memproduksi batu bara jenis green coal sejak tahun 2015. Sedangkan MC telah memproduksi batu bara HCC serta green coal sejak tahun 2019 dan melakukan shipment pertama pada tahun 2020.

Sementara itu, tiga wilayah PKP2B lainnya yang dikelola PT Kalteng Coal (KC), PT Sumber Barito Coal (SBC) dan PT Juloi Coal (JC) masih memerlukan eksplorasi lanjutan. Secara indikatif, tiga wilayah tersebut merupakan area greenfields terbesar di wilayah Kalimantan Tengah untuk komoditas batu bara metalurgi.

Per 31 Agustus 2021, seluruh PKP2B ADMR tercatat memiliki sumber daya batu bara sebesar 980 juta ton serta cadangan sebesar 170,7 juta ton.

Dengan sumber daya tersebut, hingga Agustus 2021 perseroan telah berhasil menjual batu bara sebanyak 1,43 juta ton untuk penjualan ke Cina, India, Jepang, dan Indonesia.

Berikut rincian anak perusahaan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk beserta luas area PKP2B konsesi pertambangannya:

1. PT Lahai Coal/LC (Kalteng dan Kaltim): 46.620 hektare (Telah beroperasi)

2. PT Maruwai Coal/MC (Kalteng dan Kaltim): 24.990 hektare (Telah beroperasi)

3. PT Kalteng Coal/KC (Kalteng): 24.988 hektare (Belum beroperasi)

4. PT Sumber Barito Coal/SBC (Kalteng): 24.993 hektare (Belum beroperasi)

5. PT Juloi Coal/JC (Kalteng): 24.988 hektare (Belum beroperasi)

(Baca: Adaro Energy Selalu Bagi-bagi Dividen Sejak IPO, Berapa Nilai Tiap Tahunnya?)

Editor : Adi Ahdiat
Data Populer
Lihat Semua
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.