Konsumsi Masyarakat Kaltara Tumbuh Tertinggi di Borneo pada Kuartal III-2021

Pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga di Kalimantan Secara Tahunan (Kuartal III-2021)

Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS),

Disalin..

Penulis: Viva Budy Kusnandar

Editor: Dimas Jarot Bayu

12/11/2021, 09.30 WIB

Konsumsi rumah tangga Kalimantan Utara tumbuh paling tinggi di Pulau Borneo pada kuartal III-2021. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), komponen produk domestik regional bruto (PDRB) tersebut tumbuh 3,93% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 2.514,3 triliun pada kuartal lalu.

Tumbuhnya konsumsi rumah tangga di Kalimantan Utara seiring meningkatnya beberapa sektor penopang utama perekonomian provinsi tersebut. Tercatat sektor pertambangan dan penggalian tumbuh 8,67% (yoy), pertanian 6,84% (yoy), serta perdagangan besar dan eceran 8,33% (yoy).

Advertisement

Kalimantan Tengah berada di urutan kedua dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 1,74% (yoy) pada kuartal III-2021. Setelahnya ada Kalimantan Timur dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 0,12% (yoy).

Konsumsi rumah tangga di Kalimantan Barat tercatat tumbuh 0,06% (yoy). Sedangkan, konsumsi rumah tangga di Kalimantan Selatan mengalami kontraksi 1,01% (yoy).

Jika dibandingkan pada kuartal sebelumnya (quarter to quarter/q-to-q), maka konsumsi masyarakat Kalimantan Utara juga tumbuh tertinggi, yakni 0,45%. Posisinya diikuti konsumsi rumah tangga Kalimantan Tengah yang tumbuh 0,14% (q-to-q).

Sementara, konsumsi rumah tangga di tiga provinsi lainnya mengalami kontraksi. Rinciannya, konsumsi rumah tangga di Kalimantan Barat menurun 0,37% (q-to-q), Kalimantan Selatan 1,79% (q-to-q), dan Kalimantan Timur 2,23% (q-to-q).

Adapun, perekonomian lima provinsi di Kalimantan tumbuh pada Juli-September 2021. Ekonomi Kalimantan Utara mengalami pertumbuhan tertinggi, yakni 5,42% (yoy). Sementara, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat jadi yang terendah, yakni 3,57% (yoy).

(Baca: Konsumsi Masyarakat DKI Jakarta Tumbuh Tertinggi Se-Jawa pada Kuartal III-2021)

TOPIK

PDB

data terkait