Mayoritas Rumah Tangga Maluku Utara Minum Air dalam Kemasan pada 2020

Persentase Rumah Tangga di Maluku Utara Menurut Sumber Air Minum (2020)

Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS),

Disalin..

Penulis: Monavia Ayu Rizaty

Editor: Dimas Jarot Bayu

12/10/2021, 11.00 WIB

Sumber air minum menjadi salah satu indikator penting untuk menentukan derajat kesehatan masyarakat di suatu daerah. Konsumsi air minum dari sumber yang bersih dan layak akan mencegah masyarakat dari berbagai penyakit, seperti diare, tifus, dan kolera.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), 26,46% rumah tangga di Maluku Utara mengonsumsi air minum yang bersumber dari air dalam kemasan pada 2020. Persentase itu menjadi yang terbesar dibandingkan konsumsi air dari sumber lainnya.

Sebanyak 20,69% rumah tangga di Maluku Utara minum air yang bersumber dari sumur terlindung. Kemudian, 19,05% rumah tangga di provinsi tersebut minum air yang berasal dari leding.

Sebanyak 13,25% rumah tangga di Maluku Utara mengonsumsi air minum dari sumber terlindung. Rumah tangga di Maluku Utara yang mengonsumsi air minum dari pompa sebesar 7,17%.

Sementara, masih ada 6,32% rumah tangga di Maluku Utara yang mengonsumsi air minum dari sumur tak terlindung. Sebanyak 1,6% rumah tangga juga mengonsumsi air minum dari mata air tidak terlindung.

Persentase rumah tangga yang mengonsumsi air minum dari sumur tak terlindung di Maluku Utara masih berada di atas rata-rata nasional yang sebesar 3,65%. Untuk konsumsi air minum dari mata air tidak terlindung, persentasenya sudah di bawah rata-rata nasional yang sebesar 2,4%.

(Baca: Swiss Miliki Harga Air Minum Termahal di Dunia)

data terkait