Survei: Bekerja Jarak Jauh Makin Marak di Indonesia saat Pandemi Covid-19

Ketenagakerjaan
1
Dimas Jarot Bayu 17/06/2021 15:30 WIB
Pekerja Jarak Jauh di Indonesia (Sebelum, Saat, dan Setelah Pandemi)
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Hasil survei Jobstreet menunjukkan, pekerja Indonesia yang melakukan aktivitasnya secara jarak jauh meningkat selama pandemi virus corona Covid-19. Sebelum pandemi, hanya 4% responden yang bekerja jarak jauh. Angkanya naik menjadi 13% ketika pandemi berlangsung.

Responden yang mengombinasikan bekerja di kantor dan secara jarak jauh selama pandemi juga meningkat dari 28% menjadi 41%. Sebaliknya, responden yang bekerja secara penuh di kantor turun dari 68% menjadi 46% saat pagebluk.

Adapun, responden yang berharap pekerjaannya bisa dilakukan secara jarak jauh jauh selama pandemi sebenarnya jauh lebih tinggi, yakni 23%. Hal serupa juga terjadi pada responden yang berharap bisa mengombinasikan bekerja di kantor dan secara jarak jauh. Hanya 9% responden yang masih ingin bekerja di kantor saat pandemi.

Berdasarkan survei Edelman, banyak orang ingin bekerja jarak jauh selama pandemi karena khawatir dengan risiko terpapar corona ketika berada di kantor. Ada pula responden yang menganggap bekerja dari rumah menambah keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan sehari-hari di luar persoalan kantor.

(Baca: Mayoritas Karyawan Anggap WFH Buat Durasi Kerja Lebih Lama)

Sebagai informasi, Jobstreet melakukan survei terhadap 33.084 responden di Indonesia pada November-Desember 2020. Selain Indonesia, Jobstreet melakukan survei serupa di 189 negara lainnya.

Data Populer
Lihat Semua
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.