Badan Pusat Statistik (BPS) merilis tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Tuban mencapai 4,28% pada 2024. Angka ini berkurang 0,12% dibandingkan Desember 2023 yang tercatat 4,4%. Sementara, dibandingkan dengan Desember 2022, angkanya turun 0,26%.
Sejak Desember 2018, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Tuban menunjukkan tren kenaikan dari sisi jumlah. Sementara untuk kondisi lima semester pasca pandemi Covid-19 yang berlangsung mulai Maret 2020 turut mendorong tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun di Kabupaten Tuban.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kota Salatiga 108,35 Ribu dan Angka Pengangguran 3,86%)
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 214 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2024 yakni 4,1%.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) ini, tercermin dari angka penduduk yang bekerja dan jumlah angkatan kerja yang dipublish BPS tahun ini. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Tuban dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2022 tercatat 702,6 ribu pekerja, pada 2023 kemudian meningkat menjadi 729,94 ribu pekerja dan untuk 2024 tercatat sebanyak 733,92 ribu pekerja.
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur 5,35%)
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kabupaten Tuban dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2022 tercatat 670,72 ribu pekerja, pada 2023 kemudian meningkat menjadi 697,84 ribu pekerja dan untuk 2024 tercatat sebanyak 702,5 ribu pekerja.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Tuban tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi yang anjlok di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 3,86 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 4,37 persen.
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Jawa Timur pada 2024 yakni :
- Kabupaten Sidoarjo 6,49%
- Kabupaten Gresik 6,45%
- Kota Malang 6,1%
- Kabupaten Bangkalan 5,35%
- Kabupaten Malang 5,13%
- Kota Blitar 5,11%
- Kabupaten Kediri 5,1%
- Kabupaten Pasuruan 5,02%
- Kota Surabaya 4,91%
- Kabupaten Blitar 4,77%
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2024 yakni :
- Kabupaten Pacitan 1,56%
- Kabupaten Pamekasan 1,64%
- Kabupaten Sumenep 1,69%
- Kabupaten Ngawi 2,4%
- Kabupaten Sampang 2,5%
- Kabupaten Probolinggo 3%
- Kabupaten Situbondo 3,15%
- Kabupaten Jember 3,23%
- Kabupaten Lumajang 3,28%
- Kabupaten Magetan 3,28%