Pandemi Membuat Masyarakat Tak Beli Bahan Makan di Pasar

Perubahan Frekuensi Bahan Pangan dan Makanan Jadi Menurut Tempat

Sumber : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), 2 Desember 2020

Disalin..

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Muhammad Ahsan Ridhoi

21/1/2021, 13.19 WIB

Pandemi virus corona Covid-19 telah mengubah perilaku masyarakat dalam belanja bahan pangan dan makanan. Berdasarkan hasil survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), pembelian bahan pangan di pasar dan makanan jadi di warung makan atau restoran secara langsung lebih jarang dilakukan. Masyarakat kini lebih memilih belanja bahan pangan dan makanan melalui daring.

Secara rinci, 4,84% rumah tangga tak lagi membeli bahan pangan langsung dari pasar. Sebanyak 16,79% rumah tangga tak membeli makanan jadi secara langsung dari warung atau restoran.

Sebanyak 53,66% rumah tangga mengaku lebih jarang membeli bahan pangan langsung dari pasar. Ada 64,27% rumah tangga yang menyatakan lebih jarang membeli makanan jadi secara langsung dari warung atau restoran.

(Baca: Ketahanan Pangan Rumah Tangga Indonesia Masih Aman saat Pandemi)

Ada 30,29% rumah tangga yang intensitas membeli bahan pangan secara langsung di pasarnya tetap sama. Sebanyak 13,77% rumah tangga pun mengaku intensitas pembelian makanan jadi di warung atau restoran secara langsung tak berubah.

Sedangkan, ada 11,22% rumah tangga yang mengaku lebih sering membeli bahan pangan secara langsung di pasar. Sebanyak 5,17% rumah tangga mengaku lebih sering membeli makanan jadi secara langsung di warung atau restoran.

LIPI melakukan survei daring pada 15 September - 5 Oktober 2020. Survei ini menjaring lebih dari 2.400 responden rumah tangga, namun hanya 62% hasil kuesioner yang berhasil dimanfaatkan utuh, yakni 1.489 responden.

data terkait

Anda memiliki 4 kuota artikel lagi hari ini. Silakan masuk atau mendaftar terlebih dahulu untuk mengakses seluruh artikel dan beberapa fitur lainnya.