Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Pangandaran pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp242.584 per kapita per bulan. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 4,1% dibandingkan tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp232.966,09 per kapita per bulan. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
Jika dibandingkan dengan total pengeluaran masyarakat Kabupaten Pangandaran, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa ini merupakan bagian dari pengeluaran bukan makanan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Pangandaran mencapai Rp1.367.727 pada tahun 2024. Dengan demikian, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa menyumbang sekitar 17,7% dari total pengeluaran tersebut. Pengeluaran untuk makanan sendiri tercatat Rp809.995, sehingga pengeluaran untuk aneka barang dan jasa mencerminkan 29,9% dari pengeluaran bukan makanan.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi Kab. Kolaka Utara | 2024)
Pengeluaran masyarakat Kabupaten Pangandaran secara keseluruhan menunjukkan fluktuasi. Meskipun ada pertumbuhan 4,1% dalam pengeluaran untuk aneka barang dan jasa, pengeluaran total (makanan dan bukan makanan) justru sedikit mengalami penurunan sebesar 1,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini mengindikasikan adanya pergeseran prioritas konsumsi atau perubahan kondisi ekonomi yang mempengaruhi alokasi pengeluaran masyarakat.
Secara historis, data pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Pangandaran menunjukkan naik turun. Pada tahun 2019, terjadi penurunan tajam turun 16,1%, namun kemudian mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 24,5% pada tahun 2021. Meskipun ada penurunan turun 3,2% pada tahun 2022, pengeluaran kembali naik pada tahun 2023 dan 2024. Data terendah terjadi pada tahun 2019 sebesar Rp170.383, sedangkan pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2024, menunjukkan adanya peningkatan konsumsi dalam kategori ini dalam jangka panjang.
Dalam perbandingan dengan kabupaten/kota lain di Jawa Barat, Kabupaten Pangandaran berada di urutan ke-20 dalam hal pengeluaran untuk aneka barang dan jasa pada tahun 2024. Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota se-Indonesia, Kabupaten Pangandaran berada di urutan ke-225. Di tingkat pulau Jawa, Kabupaten Pangandaran menempati peringkat ke-65. Beberapa kota dengan pengeluaran tertinggi adalah Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok.
BPS mencatat pertumbuhan pengeluaran aneka barang dan jasa di beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat pada tahun 2024. Kabupaten Cirebon mencatat pertumbuhan tertinggi, yaitu 87,4%, sementara Kota Sukabumi mengalami penurunan tajam turun 46%. Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok masing-masing mengalami penurunan pertumbuhan turun 3,7%, -21,7%, dan -4,2%. Kabupaten Pangandaran sendiri berada di tengah-tengah dengan pertumbuhan 4,1%.
Rata-rata pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Pangandaran dalam tiga tahun terakhir (2022-2024) adalah sekitar Rp231.679 per kapita per bulan. Jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar Rp222.369 per kapita per bulan, terlihat adanya pertumbuhan yang sedikit lebih baik dalam tiga tahun terakhir. Hal ini menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan konsumsi aneka barang dan jasa di Kabupaten Pangandaran dalam beberapa tahun terakhir.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Jambi 2015 - 2024)
Pengeluaran tertinggi untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Pangandaran terjadi pada tahun 2024 sebesar Rp242.584 per kapita per bulan, sementara data terendah terjadi pada tahun 2019 sebesar Rp170.383 per kapita per bulan. Meskipun ada fluktuasi dari tahun ke tahun, secara keseluruhan terlihat adanya peningkatan pengeluaran untuk aneka barang dan jasa dalam jangka panjang.
Kota Bekasi
Pada tahun 2024, Kota Bekasi mencatatkan pengeluaran bukan makanan sebesar Rp1.908.316, meningkat 22,4% dari tahun sebelumnya. Ini memberikan kontribusi signifikan pada total pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan yang mencapai Rp3.132.705, menempatkannya sebagai yang tertinggi di Jawa Barat. Pengeluaran untuk makanan di kota ini juga tinggi, mencapai Rp1.224.388.
Kota Depok
Kota Depok memiliki dinamika pengeluaran yang menarik. Meskipun pengeluaran bukan makanan mencapai Rp1.674.594 pada tahun 2024, yang merupakan pertumbuhan sebesar 12,8% dibandingkan tahun sebelumnya, total pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan justru mengalami peningkatan sedikit sebesar 3,6% menjadi Rp2.823.253. Hal ini dipengaruhi oleh pengeluaran untuk makanan yang mencapai Rp1.148.659.
Kota Bogor
Kota Bogor menunjukkan penurunan yang tajam dalam total pengeluaran. Pada tahun 2024, pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan mencapai Rp2.470.586, mengalami penurunan sebesar 15,5% dari tahun sebelumnya. Pengeluaran bukan makanan juga mengalami pertumbuhan yang signifikan, mencapai Rp1.561.420, meningkat 50,1%. Pengeluaran untuk makanan juga naik menjadi Rp909.166.
Kota Bandung
Kota Bandung mencatatkan pengeluaran bukan makanan sebesar Rp1.382.176 pada tahun 2024, meningkat 12,2% dari tahun sebelumnya. Namun, total pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan mengalami penurunan sebesar 14% menjadi Rp2.378.240. Pengeluaran untuk makanan di kota ini mencapai Rp996.064.
Kota Cimahi
Kota Cimahi mencatatkan pengeluaran bukan makanan sebesar Rp1.241.001 pada tahun 2024, meningkat 14,3% dari tahun sebelumnya. Namun, total pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan mengalami sedikit penurunan sebesar 7,8% menjadi Rp2.166.375. Pengeluaran untuk makanan di kota ini mencapai Rp925.374.