Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk aneka barang dan jasa per kapita sebulan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mencapai 223.788 Rupiah pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 211.343 Rupiah. Selisih pengeluaran dengan tahun sebelumnya mencapai 12.444,5 Rupiah per kapita sebulan. Informasi ini berasal dari data Susenas yang diolah oleh BPS.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Maluku 2015 - 2024)
Sejak tahun 2018, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Banyuasin mengalami fluktuasi yang jelas. Pada tahun 2019, pengeluaran sedikit turun sebesar 3,8 persen menjadi 132.993 Rupiah dari 138.310 Rupiah tahun 2018. Tahun 2020 terjadi kenaikan signifikan sebesar 20,1 persen menjadi 159.775 Rupiah, diikuti oleh kenaikan lebih besar sebesar 37 persen pada tahun 2021 menjadi 218.922 Rupiah. Tahun 2022 pengeluaran sedikit naik sebesar 2,1 persen menjadi 223.579 Rupiah, lalu sedikit turun sebesar 5,5 persen pada tahun 2023 sebelum kembali naik pada tahun 2024.
Pengeluaran tertinggi untuk aneka barang dan jasa selama periode 2018-2024 terjadi pada tahun 2022 sebesar 223.579 Rupiah, sedangkan pengeluaran terendah terjadi pada tahun 2019 sebesar 132.993 Rupiah. Rata-rata pengeluaran selama lima tahun terakhir (2019-2023) sebesar 189.687 Rupiah, yang lebih rendah dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) sebesar 217.950 Rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa pengeluaran masyarakat Kabupaten Banyuasin untuk aneka barang dan jasa mengalami pertumbuhan yang lebih baik dalam tiga tahun terakhir dibandingkan lima tahun sebelumnya.
Berdasarkan data BPS, Kabupaten Banyuasin menempati peringkat kedua di antara kabupaten/kota seprovinsi Sumatera Selatan untuk pengeluaran aneka barang dan jasa per kapita sebulan tahun 2024. Peringkat pertama dipegang oleh Kota Palembang dengan pengeluaran sebesar 357.048 Rupiah yang mengalami kenaikan sebesar 8 persen dari tahun sebelumnya. Kota Lubuk Linggau menempati peringkat ketiga dengan pengeluaran 216.356 Rupiah yang mengalami penurunan sebesar 11 persen. Kota Prabumulih berada di peringkat keempat dengan 215.232 Rupiah (penurunan 8 persen), dan Kabupaten Lahat di peringkat kelima dengan 209.159 Rupiah (penurunan 3 persen). Di tingkat nasional, Kabupaten Banyuasin menempati peringkat 267 dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
Kota Palembang
Kota Palembang menempati peringkat pertama di provinsi Sumatera Selatan untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun 2024 sebesar 861.308 Rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 10,5 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 779.490,85 Rupiah. Untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan, Kota Palembang juga berada di peringkat pertama dengan 1.676.313 Rupiah, meskipun mengalami penurunan sebesar 5,3 persen dari tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Palembang mencapai 815.005 Rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan sebesar 11,9 persen dari tahun sebelumnya, yang juga menempati peringkat pertama di provinsi. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat Kota Palembang memiliki daya beli yang lebih tinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di provinsi untuk berbagai kategori pengeluaran.
(Baca: Statistik Penduduk Beragama Katolik di Kep. Bangka Belitung 2019-2024)
Kabupaten Musi Banyuasin
Kabupaten Musi Banyuasin menempati peringkat kedua di provinsi untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun 2024 sebesar 629.974 Rupiah, dengan pertumbuhan yang signifikan sebesar 23,5 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 510.001,11 Rupiah. Untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan, kabupaten ini berada di peringkat kedua dengan 1.402.383 Rupiah, yang mengalami kenaikan sebesar 3,3 persen dari tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Musi Banyuasin mencapai 772.408 Rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan sebesar 25,1 persen dari tahun sebelumnya, yang juga menempati peringkat kedua di provinsi. Pertumbuhan yang tinggi dalam pengeluaran bukan makanan dan makanan menunjukkan bahwa ekonomi masyarakat di kabupaten ini berkembang dengan baik.
Kota Prabumulih
Kota Prabumulih menempati peringkat ketiga di provinsi untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun 2024 sebesar 626.343 Rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 7,5 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 582.881,33 Rupiah. Untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan, Kota Prabumulih berada di peringkat ketujuh dengan 1.214.639 Rupiah, yang mengalami penurunan sebesar 9,4 persen dari tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Prabumulih mencapai 588.295 Rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan sebesar 12,3 persen dari tahun sebelumnya, yang menempati peringkat keempat belas di provinsi. Meskipun pengeluaran total makanan dan bukan makanan menurun, pengeluaran makanan sendiri mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Kabupaten Muara Enim
Kabupaten Muara Enim menempati peringkat keempat di provinsi untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun 2024 sebesar 576.717 Rupiah, dengan pertumbuhan yang sangat signifikan sebesar 29 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 447.063,95 Rupiah. Untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan, kabupaten ini berada di peringkat kelima dengan 1.268.756 Rupiah, yang mengalami kenaikan sebesar 8,9 persen dari tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Muara Enim mencapai 692.039 Rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan sebesar 23,4 persen dari tahun sebelumnya, yang menempati peringkat keenam di provinsi. Pertumbuhan yang tinggi dalam semua kategori pengeluaran menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Muara Enim memiliki peningkatan daya beli yang cukup besar dalam satu tahun terakhir.