Besar pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp125.321 per kapita per bulan. Angka ini menunjukkan sedikit kenaikan sebesar 1,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
Jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa sebesar Rp210.664, pengeluaran untuk rokok dan tembakau mencapai 59,5%. Sementara, pengeluaran rokok dan tembakau sekitar 68,4% dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan jadi sebesar Rp183.213. Ini menunjukkan bahwa rokok dan tembakau masih menjadi pos pengeluaran yang cukup signifikan bagi masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya.
(Baca: 10 Uang Kripto Kapitalisasi Terbesar (Data 14 Januari 2026 09:58 WIB))
Secara historis, data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan fluktuasi pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Tasikmalaya. Pada tahun 2018, besar pengeluaran tercatat sebesar Rp70.111. Kemudian, terjadi lonjakan signifikan pada tahun 2019 dengan pertumbuhan mencapai 71,8 persen menjadi Rp120.474. Setelah itu, angka ini sempat sedikit menurun pada tahun 2020 dan 2021, sebelum kembali mengalami kenaikan pada tahun 2022, 2023 dan 2024. Pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2024.
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2024, Kabupaten Tasikmalaya berada di urutan ke-21 dalam hal besar pengeluaran untuk rokok dan tembakau. Secara nasional, Kabupaten Tasikmalaya menempati urutan ke-304. Urutan ini menunjukkan bahwa pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Tasikmalaya relatif lebih rendah dibandingkan dengan beberapa daerah lain di Jawa Barat.
Kota Bekasi menduduki peringkat pertama di Jawa Barat dengan pengeluaran untuk rokok dan tembakau mencapai Rp196.516 per kapita per bulan pada tahun 2024, tumbuh 22,3% dari tahun sebelumnya. Kota Bandung berada di posisi kedua dengan Rp178.884, tumbuh 10,8%. Kabupaten Subang berada di urutan ketiga dengan Rp172.481, tumbuh 11,1%. Kabupaten Karawang dan Indramayu menyusul di urutan keempat dan kelima dengan pengeluaran masing-masing Rp167.922 dan Rp167.146.
Kota Bekasi
Kota Bekasi mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tertinggi di Jawa Barat, mencapai Rp1.908.316 pada tahun 2024. Jumlah ini meningkat 22,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Bekasi juga tertinggi, yakni Rp1.224.388, tumbuh 21,3%. Ini menunjukkan bahwa Kota Bekasi memiliki tingkat konsumsi yang tinggi, baik untuk makanan maupun bukan makanan dibandingkan daerah lain.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Lahat | 2024)
Kota Depok
Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Depok sebesar Rp1.674.594 pada tahun 2024, meningkat 12,8% dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan tercatat sebesar Rp1.148.659, tumbuh 9%. Secara keseluruhan, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan di Kota Depok mencapai Rp2.823.253.
Kota Bogor
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Bogor mencapai Rp1.561.420 pada tahun 2024. Angka ini mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 50,1% dibandingkan tahun sebelumnya, informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas. Pengeluaran untuk makanan tercatat sebesar Rp909.166. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan di Kota Bogor mencapai Rp2.470.586.
Kota Bandung
Kota Bandung mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp1.382.176 pada tahun 2024, tumbuh 12,2% dibandingkan tahun sebelumnya, informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas. Pengeluaran untuk makanan tercatat sebesar Rp996.064, tumbuh 17,7%. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan di Kota Bandung mencapai Rp2.378.240.
Kota Cimahi
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Cimahi tercatat sebesar Rp1.241.001 pada tahun 2024, tumbuh 14,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan tercatat sebesar Rp925.374, tumbuh 12,3%. Total pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan di Kota Cimahi adalah Rp2.166.375, seperti data yang diolah dari data Susenas.