Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2024 mencapai 125321 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sedikit sebesar 1,1 persen dibandingkan tahun 2023. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, catatan pengeluaran terendah terjadi pada tahun 2018 dengan nilai 70111 rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi Kab. Padang Pariaman | 2024)
Nilai pengeluaran rokok dan tembakau ini setara dengan 59,5 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita untuk aneka barang jasa, bahkan melebihi pengeluaran bulanan untuk keperluan sabun mandi, kecantikan serta perawatan pribadi warga. Pengeluaran rokok juga mencapai 68,4 persen dari rata-rata pengeluaran bulanan untuk makanan jadi per kapita di wilayah ini.
Sepanjang tujuh tahun data tercatat, kenaikan tertinggi pengeluaran rokok terjadi pada tahun 2019 dengan peningkatan sebesar 71,8 persen dari tahun sebelumnya. Setelah itu terjadi penurunan secara berturut-turut pada tahun 2020 dan 2021, sebelum kembali naik secara bertahap hingga tahun 2024. Tidak ada anomali diluar pola pergerakan data pada seluruh periode pencatatan.
Berdasarkan peringkat seprovinsi Jawa Barat, Kabupaten Tasikmalaya menempati urutan ke 21 dari total 27 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024. Lima wilayah dengan pengeluaran rokok tertinggi di provinsi ini berturut-turut adalah Kota Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Subang, Kabupaten Karawang dan Kabupaten Indramayu. Kota Bekasi mencatat pengeluaran tertinggi mencapai 196516 rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan tahunan sebesar 22,3 persen.
Pengeluaran Non Makanan Warga
Data Badan Pusat Statistik juga menunjukkan pengeluaran per kapita bulanan untuk seluruh kategori bukan makanan di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 467608 rupiah pada tahun 2024. Nilai ini tumbuh sebesar 17,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempatkan wilayah ini di urutan ke 26 dari seluruh kabupaten kota di Jawa Barat. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan pengeluaran non makanan se-provinsi yang hanya mencapai 11,2 persen.
(Baca: Statistik Pengeluaran Kendaraan Kelompok Miskin Periode 2013-2025)
Pengeluaran Total Makanan dan Non Makanan
Untuk total pengeluaran keseluruhan per kapita bulanan, Kabupaten Tasikmalaya mencatat nilai 1095630 rupiah pada tahun 2024. Nilai ini mengalami penurunan sedikit sebesar 1,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati urutan ke 26 dari seluruh wilayah di Jawa Barat. Penurunan ini terjadi meskipun terjadi pertumbuhan pada kategori pengeluaran makanan dan non makanan secara terpisah.
Pengeluaran Kategori Makanan
Pengeluaran per kapita bulanan untuk kategori makanan di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 628022 rupiah pada tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 6,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati urutan ke 25 dari 27 wilayah di provinsi Jawa Barat. Pertumbuhan pengeluaran makanan ini berada di bawah rata-rata pertumbuhan pengeluaran makanan se-provinsi yang mencapai 15,8 persen sepanjang satu tahun terakhir.
Berdasarkan data historis lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 3,8 persen per tahun. Rata-rata ini lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan pengeluaran makanan yang mencapai 9,2 persen per tahun dalam periode yang sama. Peringkat pengeluaran rokok wilayah ini tidak mengalami perubahan selama dua tahun terakhir secara berturut-turut.