Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, besar pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Lahat mencapai Rp140.931 per kapita per bulan pada tahun 2024.
Angka ini menunjukkan penurunan turun 1.4% dibandingkan tahun 2023 yang mencapai Rp142.891.
(Baca: Nilai Ekspor SITC Kode 32 Batu Bara, Kokas dan Briket Periode 2023-2025)
Secara historis, pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Lahat fluktuatif dalam tujuh tahun terakhir. Pengeluaran terendah terjadi pada tahun 2018 sebesar Rp92.841, kemudian mengalami kenaikan tertinggi pada tahun 2022 dengan pertumbuhan 26.8% menjadi Rp125.302. Pada tahun 2023, pengeluaran mencapai Rp142.891.
Jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa sebesar Rp209.159, pengeluaran untuk rokok dan tembakau mencapai 67.4%. Pengeluaran untuk rokok dan tembakau lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk kecantikan (Rp29.198), perawatan (Rp38.876), dan sabun mandi (Rp60.868).
Secara peringkat, Kabupaten Lahat menduduki peringkat ke-2 se-Sumatera Selatan untuk pengeluaran rokok dan tembakau, di bawah Kabupaten Musi Banyuasin. Secara nasional, Kabupaten Lahat berada di peringkat ke-192.
Di antara kabupaten/kota lain di Sumatera Selatan, Kabupaten Musi Banyuasin mencatatkan pengeluaran tertinggi untuk rokok dan tembakau pada tahun 2024, yaitu Rp146.647 dengan penurunan turun 4.3%. Kabupaten Banyuasin berada di peringkat ke-3 dengan pengeluaran Rp128.559 dan penurunan -3.9%. Kabupaten Musi Rawas mengalami pertumbuhan tertinggi, yaitu 16.9% dengan nilai Rp128.185. Kabupaten Muara Enim berada di peringkat ke-5 dengan pengeluaran Rp126.687 dan pertumbuhan 11.3%.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Seruyan | 2024)
#### Kota PalembangKota Palembang mencatat pengeluaran bukan makanan sebesar Rp861.308 pada tahun 2024, meningkat 10.5% dibandingkan tahun sebelumnya. Kota ini menduduki peringkat pertama se-Sumatera Selatan untuk pengeluaran bukan makanan. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai Rp815.005, menunjukkan pertumbuhan 11.9% dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menjadi yang tertinggi di Sumatera Selatan.
#### Kabupaten Musi BanyuasinKabupaten Musi Banyuasin mencatatkan pengeluaran bukan makanan sebesar Rp629.974 pada tahun 2024, meningkat 23.5% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi di antara kabupaten/kota lain di Sumatera Selatan. Sementara itu, pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai Rp772.408, naik 25.1% dari tahun sebelumnya dan menduduki peringkat ke-2 di Sumatera Selatan.
#### Kota PrabumulihKota Prabumulih mencatatkan pengeluaran bukan makanan sebesar Rp626.343 pada tahun 2024, meningkat 7.5% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun mengalami pertumbuhan, kota ini berada di peringkat ke-3 se-Sumatera Selatan. Pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai Rp588.295, meningkat 12.3% dibandingkan tahun sebelumnya.
#### Kabupaten Muara EnimKabupaten Muara Enim mencatatkan pengeluaran bukan makanan sebesar Rp576.717 pada tahun 2024, meningkat signifikan sebesar 29% dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan peningkatan yang cukup besar dalam konsumsi bukan makanan di kabupaten ini. Untuk pengeluaran makanan, tercatat Rp692.039 per kapita sebulan, naik 23.4% dibandingkan tahun sebelumnya.