Pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, menunjukkan angka yang signifikan pada tahun 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, besar pengeluaran mencapai Rp233.054 per kapita per bulan. Angka ini mengalami pertumbuhan sebesar 29,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan pengeluaran total masyarakat Seruyan, alokasi untuk rokok dan tembakau cukup besar. Data pendukung menunjukkan, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa adalah Rp410.127. Ini berarti, sekitar 56,8 persen dari total pengeluaran digunakan untuk rokok dan tembakau. Sementara itu, pengeluaran untuk makanan jadi tercatat Rp210.989 per kapita per bulan.
(Baca: Jumlah Desa dan Kelurahan Tercover Sinyal 2G - EDGE dan GPRS di Bali | 2024)
Secara historis, pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Seruyan fluktuatif. Setelah mengalami kenaikan signifikan dari Rp134.467 pada 2018 menjadi Rp170.612 pada 2019, terjadi sedikit penurunan menjadi Rp160.916 pada 2020. Namun, sejak saat itu, pengeluaran terus meningkat hingga mencapai Rp233.054 pada 2024. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan konsumsi rokok dan tembakau di kalangan masyarakat Seruyan dalam beberapa tahun terakhir.
Peningkatan pengeluaran untuk rokok dan tembakau ini terjadi seiring dengan pertumbuhan pengeluaran masyarakat secara keseluruhan. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Seruyan tercatat sebesar Rp1.673.564 pada 2024.
Dalam skala regional, Kabupaten Seruyan menempati peringkat kedua untuk pengeluaran rokok dan tembakau tertinggi di Kalimantan Tengah pada 2024. Kabupaten Lamandau berada di peringkat pertama dengan nilai Rp279.181. Sementara secara nasional, Seruyan berada di peringkat ketiga.
BPS juga mencatat data perbandingan dengan kabupaten/kota lain di Kalimantan Tengah. Kabupaten Lamandau mencatatkan pengeluaran tertinggi, yaitu Rp279.181 dengan pertumbuhan 19,8 persen. Kabupaten Sukamara berada di urutan ketiga dengan Rp227.118 dan pertumbuhan 14,9 persen. Kabupaten Kota Waringin Barat mencatatkan pertumbuhan tertinggi setelah Seruyan, yaitu 34,8 persen dengan nilai Rp214.229. Kabupaten Kota Waringin Timur berada di urutan kelima dengan nilai Rp178.847 dan pertumbuhan 6,3 persen.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di DKI Jakarta 2015 - 2024)
#### Kota PalangkarayaKota Palangkaraya menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar Rp1.092.813 pada tahun 2024, mengalami pertumbuhan sebesar 6,5 persen dari tahun sebelumnya. Angka ini menjadikan Palangkaraya menduduki peringkat pertama di antara kabupaten/kota di Kalimantan Tengah.
#### Kabupaten LamandauKabupaten Lamandau mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan sebesar Rp1.055.836 pada tahun 2024, dengan pertumbuhan yang relatif stabil yaitu 0,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten ini menduduki peringkat pertama dalam kategori ini di Kalimantan Tengah.
#### Kabupaten Kota Waringin BaratKabupaten Kota Waringin Barat menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar Rp1.852.161 pada tahun 2024. Terjadi penurunan sebesar 6,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menduduki peringkat ketiga di antara kabupaten/kota di Kalimantan Tengah.
#### Kabupaten SukamaraKabupaten Sukamara mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan yang mengalami penurunan sebesar 8,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, pengeluaran tercatat sebesar Rp824.909 dan menduduki peringkat kelima se-Kalimantan Tengah.