Pengeluaran untuk sabun mandi di Kabupaten Mojokerto pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp56.220 per kapita per bulan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka ini mengalami penurunan sebesar 5% dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Selatan 2015 - 2024)
Jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa sebesar Rp243.251, pengeluaran untuk sabun mandi hanya menyumbang sekitar 23,1% dari total pengeluaran.
Pengeluaran untuk sabun mandi juga lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk makanan jadi (Rp215.672), rokok dan tembakau (Rp146.484), serta perawatan (Rp69.063).
Secara historis, pengeluaran untuk sabun mandi di Kabupaten Mojokerto cenderung fluktuatif. Pada tahun 2018, angkanya mencapai Rp53.703, kemudian sempat menurun hingga Rp46.437 pada tahun 2020. Tahun 2021 terjadi lonjakan signifikan menjadi Rp56.222, namun kembali sedikit menurun di tahun 2022 dan 2023 sebelum kembali sedikit menurun di 2024. Pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2023 sebesar Rp59.172.
Pada tahun 2024, Kabupaten Mojokerto berada di peringkat ke-18 untuk pengeluaran sabun mandi di antara kabupaten/kota se-Jawa Timur, dan peringkat ke-301 secara nasional. Beberapa kabupaten/kota lain dengan pengeluaran sabun mandi lebih tinggi di Jawa Timur antara lain Kota Surabaya (Rp103.566), Kabupaten Sidoarjo (Rp93.493), dan Kota Malang (Rp83.157).
(Baca: Penduduk Kabupaten Polewali Mandar Menghabiskan Rpdelapan per Kapita per Minggu untuk Membeli Jengkol)
Lima kabupaten/kota dengan pengeluaran sabun mandi tertinggi di Jawa Timur pada tahun 2024 adalah Kota Surabaya (Rp103.566, pertumbuhan 3.6%, peringkat 1), Kabupaten Sidoarjo (Rp93.493, pertumbuhan -4.2%, peringkat 2), Kota Malang (Rp83.157, pertumbuhan 0.3%, peringkat 3), Kota Madiun (Rp79.905, pertumbuhan -7.6%, peringkat 4), dan Kabupaten Sumenep (Rp78.383, pertumbuhan -17.3%, peringkat 5).
Kota Surabaya
Kota Surabaya mencatatkan pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp1.541.006 pada tahun 2024, mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 34% dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai Rp1.061.445, dengan pertumbuhan 29.6%. Peringkat Kota Surabaya sebagai kabupaten/kota dengan pengeluaran bukan makanan tertinggi di Jawa Timur masih bertahan di posisi pertama. Kota Surabaya menunjukkan pertumbuhan yang baik, terutama dalam pengeluaran bukan makanan.
Kota Malang
Di Kota Malang, pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan mencapai Rp1.216.228 pada tahun 2024, mengalami pertumbuhan 4.5% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan sebesar Rp738.690, tumbuh 3.3%. Dengan demikian, Kota Malang menempati peringkat kedua di Jawa Timur dalam hal pengeluaran bukan makanan. Pertumbuhan yang stabil menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Kota Malang tetap terjaga.
Kota Madiun
Kota Madiun mencatatkan pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp1.192.091 pada tahun 2024, mengalami pertumbuhan sebesar 15.3% dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan adalah Rp851.602, meningkat 7%. Peringkat Kota Madiun sebagai kabupaten/kota dengan pengeluaran bukan makanan tertinggi di Jawa Timur adalah ketiga. Pertumbuhan yang cukup tinggi dalam pengeluaran bukan makanan menunjukkan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Madiun.
Kabupaten Sidoarjo
Kabupaten Sidoarjo mencatatkan pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp1.077.404 pada tahun 2024, menunjukkan pertumbuhan sebesar 14.7% dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai Rp881.851, naik 16%. Meskipun demikian, Kabupaten Sidoarjo berada di peringkat keempat dalam hal pengeluaran bukan makanan di Jawa Timur. Peningkatan pengeluaran di kedua sektor menunjukkan bahwa perekonomian Kabupaten Sidoarjo tetap stabil.