2025,Target Ekonomi Internet Pendanaan Startup ASEAN US$ 40-50 Miliar

14/3/2019, 16.00 WIB

Dalam waktu kurang dari empat tahun telah terjadi kesepakatan pendanaan sekitar US$ 24 miliar.

Berdasarkan riset Google Temasek ekonomi internet dari pendanaan perusahaan rintisan (startup) di kawasan Asia Tenggara mencapai US$ 9,4 miliar setara Rp 132 triliun dengan kurs Rp 14.000/dolar Amerika Serikat (AS). Dalam waktu kurang dari empat tahun telah terjadi kesepakatan pendanaan sekitar US$ 24 miliar, sehingga target US$ 40-50 miliar dolar AS pada 2025 akan lebih cepat tercapai.

Baca selengkapnya

Kemudian, pendanaan di perusahaan rintisan di ASEAN pada semester I 2019 telah mencapai US$ 9,1 miliar atau 97% dari total pendanaan sepanjang tahun 2018. Nilai tersebut terdiri atas untuk pendanaan unicorn (startup dengan valuasi di atas US$ 1 miliar) senilai US$ 6,5 miliar dan startup (dengan valuasi di bawah US$ 10 juta hingga US$ 1 miliar) sebesar US$ 2,6 miliar.

Jasa layanan transportasi online serta budaya belanja online yang booming di kawasan ASEAN mendorong masuknya investasi. Seperti Grab telah mendapatkan pendanaan US$ 6 miliar dan menjadi decacorn yang pertama kali di Asia Tenggara. Kemudian unicorn seperti Go-Jek, Lazada, Tokopedia juga telah menjadi magnet bagi para investor untuk berinvestasi di perusahaan rintisan ASEAN dengan mendapat pendanaan hingga miliaran dolar AS.

(Baca Databoks: Separuh Unicorn Asia Tenggara Berasal Dari Indonesia)

Tampilkan minimal

Ekonomi Internet Pendanaan Startup Asia Tenggara (2015-Jun 2018)

* Data s/d SMT I 2018
 
  • Sumber

    Google , Temasek

  • Rilis

    Google , Temasek Jan 2019

  • Informasi lain

    -

  • Embed Chart

Baca Juga

Statistik Lainnya