Pasar Obligasi Lebih Tahan Banting Dibanding Saham

5 Oktober 2018

Penurunan indeks obligasi tidak sedalam indeks saham maupun rupiah.

Pasar obligasi ternyata lebih tahan banting dibanding saham di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Ini terlihat pada grafik yang diolah Katadata di bawah ini bahwa penurunan indeks obligasi tidak sedalam indeks saham maupun rupiah. (Indeks, 2 Jan 2018=100)

Baca selengkapnya

Ketidakpastian pasar finansial global terkait kenaikan suku bunga The Fed (bank sentral AS), perang dagang serta defisit neraca perdagangan Indonesia yang kian melebar membuat rupiah terpuruk hingga di atas level Rp 15.000/dolar AS. Imbasnya harga saham dan obligasi turun membuat para investor banyak yang mengalami kerugian sepanjang tahun ini.

Nilai tukar rupiah pada perdagangan, Jumat (5/10) ditutup di level Rp 15.183/dolar AS, yang berarti melemah 10,99% dari posisi awal tahun. Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia sudah terkoreksi 9,58% ke level 5.731,94. Demikian pula indeks gabungan obligasi IBPA turun 4,39% ke posisi 232,75.

Tampilkan minimal

Indeks Rupiah, Saham dan Obligasi (2 Jan-5 Okt 2018)

* Indeks, 2 Jan 2018=100
 
  • Sumber

    Bursa Efek Indonesia (BEI), PT , Bloomberg L.P. , Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA)

  • Rilis

    Bursa Efek Indonesia (BEI), PT , Bloomberg L.P. , Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) 5 Okt 2018

  • Informasi lain

    -

  • Embed Chart

Baca Juga

Statistik Lainnya