Pelemahan Rupiah 2018 Tidak Seburuk Ketika Indonesia Dilanda Krisis

Pergerakan dan Naik/Turun Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS (1996-3 Okt 2018)

Sumber : Bloomberg L.P., 3 Okt 2018

Disalin..

4/10/2018, 13.35 WIB

Pada perdagangan, Rabu (3/10) nilai tukar rupiah ditutup di level Rp 15.075/dolar Amerika Serikat (AS) terdepresiasi 10,53% dari posisi akhir tahun lalu. Pelemahan ini merupakan yang terburuk dalam lima tahun terakhir. Harga minyak mentah dunia jenis Brent yang sempat menembus US$ 86/barel kembali memicu pelemahan rupiah hingga ke Rp 15.188/dolar AS, pada transaksi Kamis (4/10) hingga pukul 12:30 WIB.

Meskipun terpuruk ke level terendahnya dalam 20 tahun terakhir, tapi pelemahan rupiah saat ini tidak sedalam yang terjadi pada 2010 maupun ketika Indonesia dilanda krisis moneter 1997-1998. Dampak krisis finansial di Amerika membuat rupiah sempat melemah hingga 26%. Bahkan pada saat terjadi krisis finansial Asia, rupiah terdepresiasi lebih dari 56% terhadap dolar AS, yakni sebesar 56% pada 1997 dan 32% pada 1998.

Fundamental ekonomi Indonesia saat ini berbeda dengan saat krisis 1997-1998. Ekonomi domestik hingga semester I 2018 masih tumbuh sekitar 5%, laju inflasi terkendali di level 3%, serta memilik cadangan devisa US$ 118 miliar. Sementara saat krisis, ekonomi mengalami kontraksi lebih dari 13%, laju inflasi mencapai 70% dan cadangan devisa hanya sekitar US$ 18 miliar. Guna mengurangi defisit perdagangan yang dapat memperlemah rupiah, pemerintah mengurangi impor dengan menaikkan bea masuk beberapa kategori barang dan akan menggenjot devisa dari sektor pariwisata.

TOPIK

Pasar

data terkait

Anda memiliki 4 kuota artikel lagi hari ini. Silakan masuk atau mendaftar terlebih dahulu untuk mengakses seluruh artikel dan beberapa fitur lainnya.