Impor Gandum Semester I 2018 Turun 15,45%

14 September 2018

Beberapa komoditas belum mampu dipenuhi oleh produksi lokal sehingga harus diimpor akibat kebutuhan yang naik lebih cepat dibanding pasokan.

Biji gandum dan meslin merupakan salah satu komoditas tertentu dengan volume impor terbesar dibanding bahan pangan lainnya seperti terlihat pada grafik di bawah ini. Menurut data Badan Pusat Statistik volume impor gandum sepanjang semester I 2018 mencapai 4,59 juta ton turun 15,45%  dari semester I tahun sebelumnya. Sementara nilainya mencapai US$ 1,13 juta menyusut 7,62% dari sebelumnya senilai US$ 1,23 juta.

Baca selengkapnya

Sementara impor komoditas pangan yang mengalami kenaikan terbesar adalah beras. Volume impor bahan pangan tersebut periode Januari-Juni tahun ini melonjak lebih dari 750% menjadi 1,12 juta ton dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara komoditas pangan yang mengalami penurunan terbesar adalah kedelai. Dalam enam bulan pertama tahun ini impor bahan dasar pembuat tempe tersebut hanya seberat 1.168 ton turun lebih dari 99% dari periode yang sama tahun lalu.

Terdepresiasianya nilai tukar rupiah hingga mendekati Rp 15 ribu/dolar Amerika Serikat akan mempengaruhi harga komoditas impor sehingga akan berimbas terhadap naiknya harga bahan pangan tersebut di pasar domestik. Beberapa komoditas pangan belum mampu dipenuhi oleh produksi dalam negeri sehingga harus diimpor akibat kebutuhan yang naik lebih cepat dibanding pasokan.

Tampilkan minimal

Volume Impor Beberapa Komoditas (SMT I 2017 dan SMT I 2018)

 
  • Sumber

    Badan Pusat Statistik (BPS)

  • Rilis

    Badan Pusat Statistik (BPS) Sep 2018

  • Informasi lain

    -

  • Embed Chart

Baca Juga

Statistik Lainnya