Di Mana Provinsi dengan Stunting Tertinggi 2017?

8 April 2018

Prevalensi stunting Balita NTT mencapai 40,3%, tertinggi dibanding provinsi lainnya dan juga di atas angka nasional.

Berdasarkan hasil Pantauan Status Gizi (PSG) 2017 prevalensi stunting bayi berusia di bawah lima tahun (Balita) Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 40,3%. Angka tersebut merupakan yang tertinggi dibanding provinsi lainnya dan juga di atas prevalensi stunting nasional sebesar 29,6%.  Prevalensi stunting di NTT tersebut terdiri dari bayi dengan kategori sangat pendek 18% dan pendek 22,3%.

Baca selengkapnya

Sementara provinsi dengan prevalensi Balita stunting terendah adalah Bali, yakni hany mencapai 19,1%. Angka tersebut terdiri  dari Balita dengan kategori sangat pendek 4,9% dan pendek 14,2%. Hasil PSG tahun lalu mencatat bahwa prevalensi Balita yang mengalami stunting sebesar 29,6%, lebih tinggi dari tahun sebelumnya hanya 27,5%. Namun pada 2019, stunting ditargetkan turun menjadi 28% pada 2019.

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis akibat asupan gizi yang kurang sehingga tinggi badan bayi di bawah standar menurut usianya/pendek. Menurut World Health Organization/WHO batas maksimal stunting bayi adalah 20%. Artinya stunting Balita di Indonesia saat ini masih di atas batas toleransi yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia.

(Baca Katadata: Anak Pendek, Tantangan Besar Jokowi di Tahun Terakhir Pemerintahan)

Tampilkan minimal

Prevalensi Stunting Menurut Provinsi (2017)

 
  • Sumber

    Kementerian Kesehatan

  • Rilis

    Kementerian Kesehatan 2018

  • Informasi lain

    -

  • Embed Chart

Baca Juga

Statistik Lainnya