Emisi Obligasi 2017 Capai Rp 635 Triliun

Nilai Obligasi Pemerintah dan Korporasi (2016-10 Nov 2017)

Sumber : Otoritas Jasa Keuangan (OJK), 2017

Disalin..

22/11/2017, 12.19 WIB

PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana menerbitkan obligasi perdana dengan nilai emisi Rp 2 triliun. Perolehan dana tersebut mayoritas akan digunakan untuk pengerjaaan proyek kereta Bandara Soekarno-Hatta. Opsi penerbitan surat utang ini lebih efisien dari mencari pinjaman dari perbankan. Emisi obligasi 2017 telah meningkat lebih dari 20 persen dibanding emisi tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Statistik Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total emisi obligasi hingga 10 November 2017 telah mencapai Rp 634,66 triliun. Angka ini telah naik 20,1 persen dari total emisi sepanjang 2016 yang hanya mencapai Rp 528,42 triliun. Untuk obligasi dan Sukuk Pemerintah sebesar Rp 491,35 triliun, obligasi korporasi Rp 137,15 triliun, dan Sukuk obligasi Rp 6,16 triliun. Baik obligasi pemerintah maupun korporasi, nilai emisi 2017 mengalami kenaikan.

Masuknya Indonesia ke level layak investasi membuat pasar surat utang domestik akan semakin menarik karena persepsi risiko juga turun. Dengan masuk ke level layak investasi membuat imbal hasil (yield) obligasi Indonesia akan semakin rendah dan menarik bagi pemerintah maupun korporasi untuk mencari pendanaan. Sementara bagi para investor juga tetap menarik, sebab meskipun turun imbal hasil asih yang tertinggi dibandingkan dengan negara lainnya. 

 

TOPIK

Pasar

data terkait

Anda memiliki 4 kuota artikel lagi hari ini. Silakan masuk atau mendaftar terlebih dahulu untuk mengakses seluruh artikel dan beberapa fitur lainnya.