Peneliti Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) telah mengidentifikasi 51 spesies baru sepanjang 2025. Temuan ini terdiri atas 49 spesies dari Indonesia, satu mikroalga dari Kaledonia Baru, serta satu krustasea dari Vietnam.
Kepala Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) BRIN, Arif Nurkanto mengatakan, penemuan ini menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki potensi keanekaragaman hayati yang besar.
"Di tengah laju kepunahan yang terus berpacu dengan waktu, penemuan ilmiah menjadi harapan agar kekayaan alam tidak hilang sebelum sempat dikenal," tulis Arif dalam dalam pers rilisnya, Senin (2/2/2026).
Adapun sebagian besar temuan ini merupakan spesies endemik yang hanya dapat dijumpai di lokasi tertentu.
Secara rinci, terdapat 32 spesies fauna, 16 spesies flora, dan 3 spesies mikroba. Seluruh temuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional sepanjang 2025.
Berikut rincian 51 spesies baru yang berhasil diidentifikasi BRIN sepanjang 2025:
Fauna:
- Deutereulophus thahirae
- Deutereulophus sancangensis
- Deutereulophus krakatauensis
- Thlaspidula gandangdewata
- Thlaspidula sarinoi
- Rhacophorus boeadii
- Cyrtodactylus pecelmadiun
- Limnonectes maanyanorum
- Limnonectes nusantara
- Bathynomus vaderi
- Amphicnemis reri
- Kalubustrongylus arsoensis
- Barbodes klapanunggalensis
- Oryzias polylepis
- Dibamus oetamai
- Kalophrynus misbahulmuniri
- Stiphodon hadiatyae
- Rattus radityaniae
- Cyrtodactylus maryantoi
- Cyrtodactylus mendol
- Tmethypocoelis malukensis
- Aphaniotis kumbakarna
- Deramas jasmine
- Betta iaspis
- Betta mulyadi
- Crunomys tompotika
- Desmopuntius mahakamensis
- Johnius javaensis
- Hylarana anatambanii
- Hylarana hellenae
- Diancta batubacan
- Limnonectes meratusensis.
Flora:
- Chiloschista tjiasmantoi
- Homalomena adei
- Homalomena pistioides
- Homalomena chikmawatiae
- Begonia antoi
- Homalomena amarii
- Homalomena renda
- Homalomena belitungensis
- Syzygium halmaherense
- Dendrobium siculiforme
- Bulbophyllum ewamiyiuu
- Begonia elegantifolia
- Homalomena sungaikeliensis
- Homalomena polyneura
- Syzygium rubrocarpum
- Homalomena siasiensis.
Mikroba:
- Morchella rinjaniensis
- Peterkaempfera podocarpi
- Haslea berepwari.
(Baca: Daftar Satwa Indonesia yang Dilepasliarkan Selama 2020-2023)