- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mencatat ada 44 kecelakaan kereta api sejak 2015. Pada 2021, terdapat 5 kecelakaan kereta api. Jumlah ini naik dari sebelumnya 2 kasus pada 2020.
KNKT melaporkan ada 6 kecelakaan pada 2015 dan jumlahnya tidak berubah pada 2016. Pada 2017, jumlah kasus naik menjadi 7 kecelakaan.
Tahun berikutnya pada 2018, jumlah kecelakaan kereta api menjadi yang tertinggi, yaitu 11 kasus. Jumlah kecelakaan turun menjadi 7 kasus pada 2019.
Ada 2 orang yang meninggal akibat kecelakaan kereta api sejak 2015. Sementara itu, 68 orang mengalami luka-luka dengan 50 dari total tersebut terjadi pada 2015.
Besarnya jumlah orang luka-luka pada 2015 karena adanya kecelakaan yang melibatkan dua KRL di Stasiun Juanda pada 23 September 2015. Kecelakaan ini mengakibatkan 42 orang luka-luka.
(Baca: Kereta Commuter Indonesia Miliki 1.252 Unit KRL hingga Desember 2020)
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.828 | -0.14 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |