Berdasarkan evaluasi keselamatan PT Kereta Api Indonesia (Persero), masih ada perlintasan sebidang rel kereta api yang masuk kategori rawan di Indonesia per Desember 2025.
Adapun total titik rawan di seluruh jaringan rel secara nasional sebanyak 276 titik. Dari jumlah ini, 179 titik atau 65% berada pada perlintasan tidak berpintu.
Dari titik rawan pada perlintasan tidak berpintu ini, terbanyak ada di Divre I Sumatera Utara dan Daop 1 Jakarta dengan masing-masing 29 titik.
Sementara, 97 titik rawan berada di perlintasan berpintu, dengan titik terbanyak di Daop 1 Jakarta yang mencapai 20 titik.
“Temuan ini menjadi dasar KAI memperkuat monitoring dan kampanye keselamatan di berbagai wilayah,” jelas KAI dalam siaran pers, Selasa (9/12/2025).
Diberitakan sebelumnya, terjadi kecelakaan antara kereta rel listrik (KRL) atau commuter line dan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam.
Peristiwa tersebut diduga bermula dari kecelakaan di perlintasan sebidang Jalan Ampera, dekat Stasiun Bekasi Timur.
Merespons insiden ini, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan Presiden Prabowo Subianto berencana menata ulang sekitar 1.800 perlintasan kereta api di berbagai wilayah.
Penanganan itu mencakup penyediaan penjagaan di perlintasan hingga pembangunan jalan layang (flyover).
“Presiden minta untuk segera dilakukan langkah-langkah solusi untuk memastikan ke depan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata Prasetyo, dikutip dari Katadata.co.id.
(Baca: Update Kecelakaan Kereta di Bekasi: 15 Orang Meninggal, 88 Luka-luka)