Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah penumpang pesawat rute domestik dan internasional di Indonesia kompak merosot pada November 2025.
BPS merincikan, total penumpang pesawat rute domestik mencapai 5,03 juta orang. Angka penumpang itu turun 4,33% secara bulanan (month-on-month/mom) dari Oktober 2025 yang sebesar 5,26 juta orang.
Melesunya kinerja pengangkutan ini terjadi di seluruh bandara utama yang diamati, yaitu Bandara Juanda-Surabaya (-9,16%), Ngurah Rai-Denpasar (-8,99%), Kualanamu-Medan (-8,67%), Hasanuddin-Makassar (-1,34%), dan Soekarno Hatta-Tangerang (-0,32%).
BPS juga menguraikan, jumlah penumpang domestik terbesar terdapat pada Bandara Soekarno Hatta-Tangerang yang nyaris menyentuh 1,5 juta orang atau 29,42% dari total penumpang domestik, diikuti Juanda-Surabaya sebanyak 416,6 ribu (8,27%).
Secara kumulatif Januari–November 2025, jumlah penumpang angkutan udara domestik sebanyak 54,5 juta orang atau turun 5,65% jika dibanding dengan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy) sebanyak 57,8 juta orang.
Penurunan kuantitas penumpang di rute internasional juga cukup besar, yakni 7,85% (mom) menjadi 1,65 juta orang pada November 2025.
Hampir seluruh bandara yang diamati mengalami penurunan jumlah penumpang. Rinciannya, Bandara Hasanuddin-Makassar (-21%), Ngurah Rai-Denpasar (-18,72%), Juanda-Surabaya sebesar (-4,26%), dan Soekarno Hatta-Tangerang sebesar (-0,50%).
Peningkatan jumlah penumpang hanya terjadi di Bandara Kualanamu-Medan sebesar 0,45%.
BPS memetakan, jumlah penumpang internasional terbesar terdapat pada Bandara Soekarno Hatta-Tangerang, yaitu mencapai 759,0 ribu orang atau 45,89% dari total penumpang ke luar negeri, diikuti Bandara Ngurah Rai-Denpasar sebanyak 564,5 ribu orang (34,13%).
Selama Januari–November 2025, BPS menghitung jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri, baik menggunakan penerbangan nasional maupun asing, sebanyak 18,71 juta orang atau naik 8,36% (yoy).
(Baca: Jumlah Penumpang Kereta Api RI Menurun pada November 2025)