Menurut laporan PT KAI, ada 694.123 wisatawan mancanegara (wisman) yang menggunakan layanan kereta api jarak jauh di Indonesia sepanjang 2025.
Angka tersebut meningkat 3,7% dibanding 2024 yang jumlahnya 669.226 orang.
Menurut Vice President Corporate Communication PT KAI, Anne Purba, wisman yang menggunakan kereta api tidak hanya melakukan perjalanan, tetapi juga membawa potensi devisa melalui belanja wisata, akomodasi, kuliner, hingga produk lokal.
"Di saat yang sama, penggunaan kereta api mendukung perjalanan yang lebih ramah lingkungan, sehingga pariwisata tumbuh tanpa mengorbankan keberlanjutan," kata Anne dalam siaran pers, Minggu (11/1/2026).
Tahun lalu, puncak penggunaan kereta api oleh turis asing terjadi pada Juli 2025 dengan jumlah 89.526 penumpang, serta Agustus 2025 dengan 89.116 penumpang. Hal ini seiring dengan meningkatnya mobilitas wisata internasional pada musim liburan.
Adapun turis asing paling banyak berangkat dari Stasiun Yogyakarta, dengan jumlah 126.768 penumpang, setara 18% dari total penumpang wisman.
Berikut daftar 10 stasiun kereta api jarak jauh dengan keberangkatan wisatawan asing terbanyak di Indonesia sepanjang 2025:
- Stasiun Yogyakarta: 126.768 penumpang
- Stasiun Gambir: 114.877 penumpang
- Stasiun Bandung: 70.271 penumpang
- Stasiun Pasar Senen: 38.669 penumpang
- Stasiun Surabaya Gubeng: 31.713 penumpang
- Stasiun Malang: 25.874 penumpang
- Stasiun Semarang Tawang: 23.695 penumpang
- Stasiun Probolinggo: 20.540 penumpang
- Stasiun Surabaya Pasar Turi: 14.798 penumpang
- Stasiun Solo Balapan: 13.566 penumpang
Menurut Anne, stasiun-stasiun tersebut menjadi simpul utama perjalanan menuju kawasan wisata, budaya, alam, dan perkotaan.
"Kereta api memastikan manfaat devisa pariwisata tidak hanya berhenti di pintu masuk negara, tetapi mengalir hingga ke daerah tujuan," katanya.
(Baca: Jumlah Penumpang Kereta Api RI Menurun pada November 2025)