Menurut Counterpoint, penjualan kendaraan listrik (EV) global meningkat pesat pada Kuartal III 2025, naik hingga 32% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Dari penjualan tersebut, kendaraan listrik baterai (BEV) terus mendominasi, dengan menyumbang dua pertiga dari total penjualan EV.
“Volume BEV melonjak 32% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kendaraan hibrida plug-in (PHEV) juga memberikan kontribusi sederhana terhadap pertumbuhan, naik 6% yoy,” jelas Counterpoint.
Berdasarkan pangsa pasar merek BEV global pada kuartal III 2025, BYD Auto memimpin dengan pangsa 16%, diikuti Tesla 13% dan Geely Holdings 10%.
Dari tiga pabrikan BEV global itu, hanya pangsa pasar Tesla yang mengalami penurunan dibanding kuartal III 2024, sebagaimana grafik di atas.
Menurut Counterpoint, BYD Auto mempertahankan posisinya di pasar BEV global dengan hampir 0,6 juta unit penjualan, meningkat 33% yoy pada Kuartal III 2025.
“Perusahaan mencatat penjualan luar negeri yang kuat di Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Latin, mengekspor lebih dari 0,15 juta unit dengan 27% dari total penjualan BEV dihasilkan di luar China,” ucap Counterpoint.
Sementara, Tesla menduduki peringkat kedua secara global dengan volume penjualan meningkat 7% yoy pada kuartal III 2025.
Adapun Geely Holdings mengamankan posisi ketiga dengan mencatat pertumbuhan 51% yoy pada kuartal III 2025.
“Strateginya menggabungkan harga yang terjangkau dengan fitur perangkat lunak canggih terus menarik pembeli domestik, memungkinkan Geely untuk terus memperoleh pangsa pasar di pasar China yang semakin kompetitif,” jelas Counterpoint.
Sementara berdasarkan negara, China tetap menjadi mesin pertumbuhan utama, menyumbang 60% dari seluruh penjualan BEV global, diikuti oleh Eropa dan Amerika Serikat (AS).
(Baca: 10 Merek Mobil Listrik yang Mendominasi Pasar RI sampai November 2025)