Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, jumlah penumpang pesawat udara rute domestik dan internasional kompak naik pada April 2025.
BPS menyebut, total penumpang pesawat rute domestik mencapai 5,44 juta orang pada April 2025. Volume penumpang itu meroket 26,72% secara bulanan (month-on-month/mom) dari Maret 2025 yang sebesar 4,29 juta orang.
Peningkatan jumlah penumpang terjadi di seluruh bandara utama yang diamati. BPS mencatat, kenaikan di Bandara Juanda Surabaya sebesar 65,56%; Ngurah Rai-Denpasar sebesar 54,54%; Kualanamu Medan sebesar 50,65%; Hasanuddin-Makassar sebesar 48,95%; dan Soekarno Hatta-Tangerang sebesar 12,65%.
BPS juga mendata, jumlah penumpang domestik terbesar terdapat pada Bandara Soekarno Hatta-Tangerang, yaitu mencapai 1,34 juta orang atau sebesar 24,74% dari total penumpang domestik. Diikuti Juanda-Surabaya sebanyak 548 ribu orang atau 10,06%.
Secara kumulatif pada Januari–April 2025, jumlah penumpang angkutan udara domestik sebanyak 19,26 juta orang. Sayangnya, angka ini turun 2,38% jika dibanding dengan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy) yang sebanyak 19,73 juta orang.
Di penerbangan internasional, BPS mencatat volume penumpangnya mencapai 1,58 juta orang pada April 2025, naik 11,13% (mom) dari Maret 2025 yang sebesar 1,42 juta orang.
BPS merincikan, peningkatan jumlah penumpang terjadi di Bandara Kualanamu-Medan sebesar 30,43%; Juanda-Surabaya sebesar 18,02%; Ngurah Rai-Denpasar sebesar 13,78%; dan Soekarno Hatta-Tangerang sebesar 2,88%. Namun, terjadi penurunan jumlah penumpang terjadi di Bandara Hasanuddin-Makassar sebesar 22,41%.
Jumlah penumpang internasional terbesar terdapat pada Bandara Soekarno Hatta-Tangerang, mencapai 672 ribu orang atau 42,42% dari total penumpang ke luar negeri. Ada juga Ngurah Rai-Denpasar sebanyak 599,5 ribu orang atau dengan proporsi 37,85%.
BPS menghitung, selama Januari–April 2025, jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri, baik menggunakan penerbangan nasional maupun asing, sebanyak 6,32 juta orang atau naik 10,13% (yoy) dari Januari-April 2024 yang mencapai 5,74 juta orang.
(Baca juga: Lesunya Penerbangan Domestik dan Internasional pada Februari 2025)