Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita bulanan untuk kecantikan di Kota Ambon pada tahun 2024 mencapai 68253 rupiah per orang. Angka ini mencatatkan kenaikan sebesar 11,8 persen dibandingkan tahun 2023. Pada periode sebelumnya, tahun 2023 tercatat kenaikan sebesar 33 persen dari tahun 2022 yang sempat mengalami penurunan sangat besar.
(Baca: Statistik Populasi Sapi Potong Jantan yang Bisa Dipotong Periode 2013-2025)
Selama kurun waktu tujuh tahun sejak 2018, pengeluaran kecantikan Kota Ambon mengalami pergerakan naik turun yang jelas. Pada tahun 2020 tercatat pengeluaran tertinggi sepanjang periode tersebut yaitu 70599 rupiah, sebelum kemudian hanya naik sedikit pada tahun 2021. Terjadi anomali penurunan sangat besar sebesar 35,2 persen pada tahun 2022, menjadikan tahun tersebut sebagai titik pengeluaran terendah sepanjang tujuh tahun pengamatan.
Berdasarkan komposisi pengeluaran masyarakat, nilai pengeluaran kecantikan tahun 2024 setara dengan 19,6 persen dari pengeluaran perawatan, 71,7 persen dari pengeluaran sabun mandi, 31,9 persen dari pengeluaran rokok dan tembakau, serta 19,5 persen dari total pengeluaran aneka barang dan jasa per kapita per bulan. Besar pengeluaran kecantikan ini juga setara dengan 32 persen dari pengeluaran makanan jadi bulanan per orang di wilayah ini.
Untuk tingkat perbandingan wilayah, Kota Ambon menempati peringkat pertama pengeluaran kecantikan di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Maluku. Secara nasional, wilayah ini berada di peringkat 36 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, serta menempati peringkat kedua di seluruh wilayah Pulau Maluku. Nilai pengeluaran kecantikan Kota Ambon hampir 28 persen lebih tinggi dibandingkan Kota Tual yang berada di peringkat kedua provinsi.
Kota Tual
Kota Tual mencatatkan pengeluaran kecantikan tahun 2024 sebesar 53499 rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan sebesar 39,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati peringkat kedua pengeluaran kecantikan se-Provinsi Maluku, posisi yang sama seperti tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran bukan makanan, Kota Tual mencatatkan nilai tertinggi di seluruh provinsi pada tahun 2024 yaitu 602421 rupiah, dengan pertumbuhan 18,7 persen dari tahun sebelumnya. Sementara untuk total pengeluaran keseluruhan, Kota Tual juga masih memegang peringkat pertama provinsi meskipun mengalami penurunan 12,3 persen pada tahun 2024.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi Kab. Kep. Konawe | 2024)
Kabupaten Maluku Tenggara
Kabupaten Maluku Tenggara berada di peringkat ketiga pengeluaran kecantikan provinsi pada tahun 2024, dengan nilai 39048 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatatkan kenaikan 11,4 persen untuk pengeluaran kecantikan dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran bukan makanan, kabupaten ini berada di peringkat keempat provinsi dengan nilai 493492 rupiah, mengalami penurunan sedikit sebesar 2,1 persen dari tahun sebelumnya. Sementara pengeluaran makanan per kapita kabupaten ini mencapai 606035 rupiah per bulan, tumbuh 17,1 persen dan menempati peringkat kelima se-provinsi Maluku.
Kabupaten Maluku Tengah
Pada tahun 2024, Kabupaten Maluku Tengah mencatatkan pengeluaran kecantikan sebesar 35854 rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 21,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati peringkat keempat pengeluaran kecantikan se-provinsi Maluku, posisi yang tidak berubah dari tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran bukan makanan, kabupaten ini berada di peringkat ketiga provinsi dengan nilai 545981 rupiah, mengalami kenaikan 8,8 persen. Sementara pengeluaran makanan per kapita wilayah ini mencapai 628997 rupiah per bulan, hanya naik sedikit 3,4 persen dan menempati peringkat keempat se-provinsi.
Kabupaten Buru
Kabupaten Buru mencatatkan pengeluaran kecantikan tahun 2024 sebesar 29275 rupiah per kapita per bulan, mengalami penurunan sedikit sebesar 0,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini berada di peringkat keenam pengeluaran kecantikan di seluruh provinsi Maluku. Untuk total pengeluaran bukan makanan, kabupaten ini menempati peringkat kedua provinsi dengan nilai 558129 rupiah, mengalami penurunan sedikit 0,8 persen dari tahun sebelumnya. Sementara pengeluaran makanan per kapita wilayah ini mencapai 657161 rupiah per bulan, tumbuh 24 persen dan menempati peringkat kedua tertinggi di seluruh Provinsi Maluku.