Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, terbunuh dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel pada 28 Februari 2026. Media pemerintah Iran mengatakan bahwa putri, menantu, dan cucu Khamenei pun turut tewas.
Tewasnya Ali Khamenei turut mengakhiri masa kepemimpinannya di Iran yang sudah berjalan sejak 1981 atau 44 tahun lamanya, menurut data yang dikaji Statista.
Statista menjelaskan, awalnya Khamenei menjabat sebagai presiden. Setelah delapan tahun, ia menjadi otoritas keagamaan sekaligus kepala negara de-facto Iran.
Gaya kepemimpinan Khamenei juga menjadi sorotan. Selain nilai Islam yang kuat dan anti-imperialisme terutama terhadap AS, pemimpin yang wafat pada usia 86 tahun itu dikenal memiliki pengaruh kekuasaan yang begitu besar.
"Pemberontakan dipadamkan tanpa ampun demi mengonsolidasi kekuasaannya," tulis Katharina Buchholz, data jurnalis Statista pada Senin (2/3/2026).
Durasi itu menempatkan Khamenei menjadi pemimpin dunia ketiga dengan masa kekuasaan terpanjang era ini. Jumlah tahun Khamenei sudah termasuk era presiden dan posisi Pemimpin Tertinggi secara de-facto.
(Baca: 10 Pemimpin Negara Termuda di Dunia per Awal 2024, Ada dari Indonesia?)
Sementara urutan pertama ditempati oleh Presiden Paul Biya dari Kamerun dengan masa kepemimpinan 50 tahun. Statista menyebut, sepak terjang Biya dimulai dari perdana menteri antara tahun 1975-1982 dan kemudian menjadi presiden.
"Ia membangun sistem otoriter di Kamerun pada 1980-an dan mempertahankan kekuasaannya sejak saat itu," kata penulis.
Berikut daftar pemimpin dunia dengan masa kekuasaan terlama era kontemporer per Februari 2026:
- Paul Biya (Kamerun): 50 tahun
- Teodoro Obiang Nguema Mbasogo (Guinea Khatulistiwa): 46 tahun
- Ali Khamenei (Iran): 44 tahun
- Yoweri Museveni (Uganda): 40 tahun
- Isaias Afwerki (Eritrea): 34 tahun
- Emomali Rahmon (Tajikistan): 33 tahun
- Alexander Lukashenko (Belarus): 31 tahun
- Denis Sassou Nguesso (Republik Kongo): 28 tahun
- Ismaïl Omar Guelleh (Djibouti): 26 tahun
- Vladimir Putin (Rusia): 26 tahun
Sebagai catatan, daftar ini mengecualikan anggota kerajaan.
Adapun catatan untuk Presiden Denis Sassoi dari Kongo, yakni memiliki masa jabatan lain yang tidak berturut-turut pada 1979-1992. Ia memulai masa jabatan pertamanya pada tahun 1979, namun sempat tidak menjabat selama lima tahun dan kembali berkuasa pada tahun 1997 melalui kekuatan militer.
(Baca: Perkembangan Belanja Militer Israel, AS, dan Iran Selama 2004-2024)