Data yang dihimpun Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) menampilkan perkembangan belanja militer antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran selama 2004-2024.
Menggunakan acuan harga konstan yang dikonversi ke dolar AS (US$) 2024, belanja AS dan Israel mengalami peningkatan pada beberapa tahun terakhir.
Tercatat, pada 2022 belanja AS sebesar US$896,12 miliar, 2023 naik menjadi US$916,01 miliar, dan 2024 naik menjadi US$965,38 miliar.
Begitu juga dengan Israel yang pada 2021 sebesar US$23,2 miliar, 2022 naik menjadi US$27,5 miliar, dan 2024 melonjak menjadi US$45,33 miliar.
Berbeda dengan Iran yang justru turun pada data terakhir. Tercatat, pada 2022 sebesar US$7 miliar, 2023 naik menjadi US$7,4 miliar, dan 2024 turun menjadi US$6,6 miliar.
Di antara ketiga negara yang tengah berkonflik itu, AS-Israel versus Iran, jelas AS menjadi negara dengan belanja terbesar selama 20 tahun. Disusul Israel dan Irak.
(Baca: Perang AS-Israel dengan Iran Makan Korban di Banyak Negara)
Dalam catatan SIPRI, AS memang tercatat sebagai negara dengan pengeluaran militer terbesar di dunia.
Belanja harga konstan (2024) pada data terakhir 2024 tercatat sebesar US$968,38 miliar, sedangkan secara harga berlaku sebesar US$997,3 miliar atau 37% dari total pengeluaran militer di dunia.
Sebagai catatan, semua angka untuk AS mengacu pada tahun fiskal (setiap 1 Oktober tahun sebelumnya–30 September tahun tertulis) dan bukan tahun kalender.
Pengeluaran militer AS mencakup sebagian dari total pengeluaran National Intelligence Programme, yang menurut SIPRI dianggap sebagai kegiatan terkait militer. Angka AS juga termasuk perkiraan bantuan militer untuk Ukraina.
(Baca: Perbedaan Belanja Militer AS dan Iran Selama Dua Dekade)
Sementara seluruh seri pengeluaran untuk Israel direvisi pada 2020. Belanja militer Israel didasarkan pada data yang disediakan oleh Kementerian Keuangan (MOF) dan Biro Pusat Statistik.
Adapun keterangan untuk Iran, mencakup pengeluaran untuk Iranian Revolutionary Guard Corps (IRGC) yang didefinisikan sebagai pasukan paramiliter. Angka juga termasuk pensiun yang disebut sebagai Armed Forces Social Security Organization.
Kurs yang digunakan untuk konversi dari Rial ke US$ didasarkan pada kurs NIMA yang diluncurkan oleh bank sentral Republik Islam Iran pada April 2018.
(Baca: Adu Kekuatan Militer Israel vs Iran)