Data US Energy Information Administration (2025) yang diolah Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menunjukkan cukup krusialnya Selat Hormuz sebagai jalur perdagangan global, utamanya untuk mengangkut komoditas energi.
Pada 18 April 2026, Selat Hormuz kembali ditutup oleh Iran setelah sehari sebelumnya sempat dibuka. Penutupan ini berdampak pada pasokan komoditas energi global.
Adapun penutupan jalur dilakukan buntut perang yang dimulai oleh Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang pecah pada 28 Februari 2026.
"Selat Hormuz yang ditutup Iran merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk dan terpenting di dunia, di mana sekitar 25% dari total perdagangan minyak global melewati selat ini setiap harinya," tulis LPEM FEB UI dalam laporan Dampak Perang Iran-AS Terhadap Perekonomian Indonesia.
Tim riset mengungkap, tren pangsa perdagangan minyak melalui jalur tersebut pada 2020-2024 cukup stabil di angka 26%-28% dari total perdagangan global per hari setiap tahunnya. Pengangkutan ini setara kisaran 19 juta-21 juta barel per hari per tahun.
Sementara pengangkutan melalui jalur global berada di rentang 50 juta-55 juta barel per hari per tahun.
Menurut LPEM FEB UI, implikasi dari konflik AS-Iran sangat terasa untuk negara berkembang, termasuk Indonesia.
"[Negara berkembang, Indonesia] bergantung pada stabilitas harga komoditas, arus investasi asing, serta kelancaran rantai pasokan global untuk menopang pertumbuhan ekonominya," tulis tim riset.
Dampak kepada Indonesia bisa dilihat dari tiga bidang. Di sektor riil, permintaan ekspor bisa menurun, surplus perdagangan menurun, dan investasi dalam negeri serta asing melemah.
Di sektor keuangan dan eksteral, rupiah bisa terdepresiasi, aliran modal keluar, dan ada pengetatan likuiditas.
Adapun dampak makroekonomi dalam negeri, di antaranya pertumbuhan PDB Indonesia bisa melambat, tekanan inflasi (energi, pangan); tekanan fiskal (subsidi, bahan bakar); pembiayaan lebih tinggi; dan penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia menjadi terbatas.
(Baca: Selain Minyak, Ini Komoditas Global yang Biasa Melintasi Selat Hormuz)