Menurut riset Databoks, sebagian besar warganet Indonesia memosisikan konflik di Timur Tengah sebagai pemicu krisis energi global.
Jika melihat sentimen warganet di media sosial terhadap dampak krisis energi, khususnya terkait harga dan ekonomi, persepsi netizen didominasi negatif, yakni mencapai 57,7%.
Hal itu karena percakapan publik lebih menyoroti kekhawatiran kenaikan harga BBM dan minyak dunia, serta mengaitkannya dengan konflik di Timur Tengah dan gangguan pasokan energi.
“Publik juga menunjukkan pesimisme terhadap dampak lanjutan terhadap perekonomian, termasuk tekanan inflasi, pelemahan nilai tukar, dan potensi kelangkaan komoditas,” demikian temuan Databoks dalam Sektor Energi di Tengah Tekanan Geopolitik.
Bila dipecah berdasarkan platform, sentimen negatif terkait krisis energi lebih dominan di X yang mencapai 61,4%.
Di platform eks bernama Twitter itu, percakapan negatif didominasi kekhawatiran terhadap lonjakan harga minyak global yang dikaitkan dengan tekanan inflasi dan pelemahan nilai tukar.
Sementara, sentimen negatif di Instagram sebesar 58,6%. Percakapan negatif di platform ini menyoroti kecaman terhadap harga BBM domestik yang tetap tinggi, sekalipun harga minyak dunia turun.
Adapun di TikTok, sentimen negatif terkait krisis energi sebesar 53,4%. Di sini, warganet kerap menampilkan sindiran dan kritik terhadap kenaikan harga BBM yang dianggap membebani masyarakat.
Selain itu, publik turut mengaitkan ketegangan geopolitik dengan lonjakan harga minyak dan tekanan ekonomi yang berdampak hingga ke dalam negeri.
“Publik juga mengeluhkan dampak terhadap industri dan ekonomi, termasuk perlambatan aktivitas sektor manufaktur akibat tekanan energi global,” jelas Databoks.
Databoks mengumpulkan data pada 28 Februari-20 April 2026 dengan metode crawling dan scrapping, serta pendekatan berbasis kata kunci terkait krisis energi dan dinamika harga minyak.
Selanjutnya dilakukan proses penyaringan relevansi. Hasil penyaringan konten relevan di TikTok sebanyak 24.327 konten, X 12.308 konten, dan Instagram 6.776 konten.
Dalam tahap analisis, penelitian memfokuskan pada konten narasi substantif, yaitu konten dengan panjang lebih dari 200 karakter, sehingga tidak seluruh data relevan digunakan.
Hasil lengkap laporan Sektor Energi di Tengah Tekanan Geopolitik: Social Media Listening Report 2026 dapat diunduh di tautan ini.
(Baca: 9 Krisis di Timur Tengah yang Bikin Pasokan Minyak Global Terganggu)