Provinsi Kalimantan Selatan pada Juli 2025 mencatatkan volume ekspor total sebesar 14,85 juta ton. Sedangkan untuk ekspor menurut kelompok barang kode SITC (Standard International Trade Classification) 23 karet mentah, sintetis dan pugaran, ekspor dari provinsi ini pada Juli 2025 dilaporkan turun menjadi 5,59 juta ton.
Turunnya nilai ekspor ini berkontribusi terhadap penurunan cadangan devisa dan nilai ekspor total yang sebelumnya dalam tren naik lima bulan terakhir. Menurut catatan Bank Indonesia (BI), pada periode yang sama tahun sebelumnya, ekspor dari provinsi ini tercatat 6,93 juta ton.
(Baca: Persentase Penduduk Laki-Laki di Perdesaan yang Mempunyai Keluhan Kesehatan Periode 2013-2024)
Kalimantan Selatan dalam rekap dokumen pabean impor mencatatkan 21 kelompok barang yang di ekspor dari provinsi ini. Barang-barang tersebut dikelompokkan dalam SITC 2 digit. Kelompok barang dengan volume ekspor tertinggi yakni volume ekspor SITC kode 81 barang-barang saniter, pemanas dan lain-lain .
(Baca: Persentase Penduduk Perempuan di yang Mempunyai Keluhan Kesehatan Periode 2013-2024)
Data historis 22 bulan terakhir, ekspor dari Kalimantan Selatan dengan volume tertinggi pernah dicatatkan pada Oktober 2024 sebesar 8,26 juta ton dan terendahnya terjadi pada Maret 2025 dengan volume ekspor 4,94 juta ton.
Berikut ini adalah ekspor dari provinsi Kalimantan Selatan menurut kode SITC 2 digit dengan volume ekspor tertinggi per Juli 2025:
- SITC kode 81 barang-barang saniter, pemanas dll 12 miliar ton
- SITC kode 32 batu bara, kokas dan briket 11,76 miliar ton
- SITC kode 42 minyak dan lemak nabati 114,52 juta ton
- SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukanligam 59,5 juta ton
- SITC kode 63 barang-barang kayu dan gabus 16,75 juta ton
- SITC kode 24 kayu dan gabus 8,29 juta ton
- SITC kode 23 karet mentah, sintetis dan pugaran 5,59 juta ton
- SITC kode 29 bahan nabati dan hewani lainnya 331,61 ribu ton
- SITC kode 03 ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya 128,58 ribu ton
- SITC kode 82 perabotan 4.070 ton