Provinsi Jawa Timur pada Januari 2026 mencatatkan volume ekspor total sebesar 997,85 ribu ton. Sedangkan untuk ekspor menurut kelompok barang kode SITC (Standard International Trade Classification) 24 kayu dan gabus, provinsi ini pada Januari 2026 lalu turun menjadi 67,56 juta ton.
Turunnya nilai ekspor ini melanjutkan tren kondisi lima bulan terakhir yang terus menurun. Bank Indonesia (BI) melaporkan, volume ekspor bulanan pada Januari 2025 silam yang tercatat lebih tinggi yakni 89,22 juta ton.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Mojokerto Periode 2004 - 2024)
Jawa Timur dalam rekap dokumen pabean impor mencatatkan 21 kelompok barang yang di ekspor dari provinsi ini. Barang-barang tersebut dikelompokkan dalam SITC 2 digit. Kelompok barang dengan volume ekspor tertinggi yakni volume ekspor SITC kode lain lain .
(Baca: PDRB ADHK Sektor Peternakan Periode 2013-2024)
Data historis 13 bulan terakhir, ekspor dari Jawa Timur dengan volume tertinggi pernah dicatatkan pada Juli 2025 sebesar 569,26 juta ton dan terendahnya terjadi pada April 2025 dengan volume ekspor 59,53 juta ton.
Berikut ini adalah ekspor dari provinsi Jawa Timur menurut kode SITC 2 digit dengan volume ekspor tertinggi per Januari 2026:
- SITC kode lain lain 312,81 juta ton
- SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukanligam 224,61 juta ton
- SITC kode 51 kimia organis 113,75 juta ton
- SITC kode 09 hasil olahan makanan lainnya 92,41 juta ton
- SITC kode 64 kertas, kertas karton dan olahannya 68,95 juta ton
- SITC kode 24 kayu dan gabus 67,56 juta ton
- SITC kode 63 barang-barang kayu dan gabus 66 juta ton
- SITC kode 03 ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya 24,32 juta ton
- SITC kode 07 kopi, teh, coklat, rempah-rempah 19,8 juta ton
- SITC kode 82 perabotan 11,32 juta ton