Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Mojokerto tahun 2024 menunjukkan persentase penduduk miskin turun sedikit menjadi 9,37%, dari 9,8% tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan turun 4,39%. Jumlah penduduk miskin turun 4.140 orang menjadi 108.720 orang, sementara jumlah penduduk keseluruhan naik 1,18% menjadi 1.152.913 jiwa. Di tingkat nasional, Kabupaten Mojokerto menempati urutan ke-255 untuk persentase kemiskinan, dan urutan ke-51 di Pulau Jawa.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Yalimo Periode 2009 - 2024)
Data historis kemiskinan periode 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi di tahun 2006 (16,9%) dan terendah di tahun 2024 (9,37%). Pertumbuhan kemiskinan terendah terjadi di tahun 2007 (-12,07%) dan tertinggi di tahun 2006 (5,62%). Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 9,63%, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 10,01%, sehingga angka tahun 2024 lebih rendah dari kedua rata-rata tersebut. Urutan rank seindonesia fluktuatif, mulai dari urutan ke-211 di 2004, naik turun setiap tahun hingga mencapai urutan ke-255 di 2024.
Perbandingan dengan kabupaten tetangga di Jawa Timur menunjukkan variasi kondisi kemiskinan yang signifikan. Setiap kabupaten memiliki karakteristik pendapatan, garis kemiskinan, dan pertumbuhan yang berbeda-beda dibandingkan Kabupaten Mojokerto.
Kabupaten Gresik
Kabupaten ini menempati urutan ke-231 di tingkat nasional untuk persentase kemiskinan, posisi yang lebih baik dibanding Kabupaten Mojokerto. Persentase kemiskinan tahun 2024 adalah 10,32%, dengan jumlah penduduk miskin mencapai 142.390 orang dan total penduduk 1.309.168 jiwa. Pendapatan per kapita sangat tinggi sebesar 138,27 juta rupiah per tahun, sementara garis kemiskinan adalah 608,83 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin turun 4,91%, dan total penduduk naik 0,96% dibanding tahun sebelumnya.
Kabupaten Jember
Menempati urutan ke-266 di nasional, posisi yang lebih buruk dari Kabupaten Mojokerto. Persentase kemiskinan tahun 2024 adalah 9,01%, dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di kelompok ini yaitu 224.770 orang, dan total penduduk terbesar sebesar 2.605.922 jiwa. Pendapatan per kapita sebesar 39,46 juta rupiah per tahun, garis kemiskinan 459,04 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin turun 4,94%, dan total penduduk naik 0,6% dibanding tahun sebelumnya.
(Baca: Pengeluaran Penduduk Kota Tebing Tinggi untuk Membeli Ketupat Sayur Rp7.526 per Kapita per Minggu)
Kabupaten Kediri
Urutan ke-231 di nasional, posisi lebih baik dari Kabupaten Mojokerto. Persentase kemiskinan tahun 2024 adalah 9,95%, dengan jumlah penduduk miskin 159.270 orang dan total penduduk 1.688.468 jiwa. Pendapatan per kapita sebesar 32,34 juta rupiah per tahun, garis kemiskinan 403,62 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin turun 6,96%, dan total penduduk naik 0,56% dibanding tahun sebelumnya.
Kabupaten Magetan
Menempati urutan ke-257 di nasional, posisi hampir sama dengan Kabupaten Mojokerto. Persentase kemiskinan tahun 2024 adalah 9,32%, dengan jumlah penduduk miskin terkecil di kelompok ini yaitu 59.510 orang, dan total penduduk terkecil sebesar 692.298 jiwa. Pendapatan per kapita sebesar 35,85 juta rupiah per tahun, garis kemiskinan 455,12 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin turun 4,77%, dan total penduduk naik 0,1% dibanding tahun sebelumnya.
Kabupaten Nganjuk
Urutan ke-235 di nasional, posisi lebih baik dari Kabupaten Mojokerto. Persentase kemiskinan tahun 2024 adalah 10,17%, dengan jumlah penduduk miskin hampir sama dengan Kabupaten Mojokerto yaitu 108.370 orang, dan total penduduk 1.148.611 jiwa. Pendapatan per kapita sebesar 32,05 juta rupiah per tahun, garis kemiskinan 539,71 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin turun 6,46%, dan total penduduk naik 0,79% dibanding tahun sebelumnya.
Kabupaten Ponorogo
Menempati urutan ke-262 di nasional, posisi lebih buruk dari Kabupaten Mojokerto. Persentase kemiskinan tahun 2024 adalah 9,11%, dengan jumlah penduduk miskin 80.050 orang dan total penduduk 977.724 jiwa. Pendapatan per kapita terendah di kelompok ini yaitu 28,09 juta rupiah per tahun, garis kemiskinan 413,62 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin turun 4,37%, dan total penduduk naik 0,46% dibanding tahun sebelumnya.