Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, menunjukkan persentase penduduk miskin turun sedikit menjadi 30,02 persen dari 30,97 persen pada tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 21.440 orang, turun sedikit sebesar 1,06 persen, sedangkan jumlah penduduk keseluruhan naik sedikit menjadi 104.913 jiwa dengan pertumbuhan 0,48 persen. Kabupaten Yalimo menempati peringkat ke-17 se-Indonesia dan ke-16 di Pulau Papua untuk persentase kemiskinan.
(Baca: Pengeluaran Penduduk Kota Tebing Tinggi untuk Membeli Ketupat Sayur Rp7.526 per Kapita per Minggu)
Dari data historis tahun 2009-2024, persentase kemiskinan di Kabupaten Yalimo menunjukkan tren umum penurunan. Angka tertinggi tercatat pada tahun 2009 sebesar 47,76 persen, sedangkan angka terendah pada tahun 2024 sebesar 30,02 persen. Pertumbuhan kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2013 sebesar 2,13 persen, dan terendah pada tahun 2014 turun 11,6 persen. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 30,89 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 31,75 persen, sehingga angka kemiskinan tahun 2024 lebih rendah dari kedua rata-rata tersebut. Peringkat se-Indonesia untuk kemiskinan di Yalimo bergeser dari ke-6 pada 2009 ke ke-17 pada 2024, dengan pergeseran umum ke posisi yang lebih rendah seiring waktu.
Dibandingkan kabupaten tetangga di Papua Pegunungan, persentase kemiskinan Kabupaten Yalimo (30,02 persen) lebih rendah dari Kabupaten Jayawijaya (32,28 persen), Tolikara (31,22 persen), dan Yahukimo (33,82 persen), namun lebih tinggi dari Kabupaten Pegunungan Bintang (28,95 persen). Jumlah penduduk miskin Yalimo (21.440 orang) lebih sedikit dari semua tetangga kecuali Pegunungan Bintang (22.870 orang). Pertumbuhan penduduk Yalimo (0,48 persen) lebih rendah dari Jayawijaya dan Pegunungan Bintang (0,71 persen masing-masing), namun lebih tinggi dari Tolikara (0,1 persen) dan Yahukimo (0,08 persen).
Kabupaten Jayawijaya
Menempati peringkat ke-11 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, dengan angka 32,28 persen pada tahun 2024. Jumlah penduduk miskin mencapai 68.360 orang, turun sedikit sebesar 6,89 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk keseluruhan adalah 275.772 jiwa, dengan pertumbuhan 0,71 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 722,26 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita mencapai 40,73 juta rupiah per tahun. Tingkat kemiskinan di sini lebih tinggi dibanding Kabupaten Yalimo, namun pertumbuhan penurunan kemiskinan lebih besar (-7 persen) dibanding Yalimo (-3,07 persen).
(Baca: Persentase Rumah Tangga yang Memiliki Akses terhadap Hunian yang Layak dan Terjangkau Periode 2015-2024)
Kabupaten Pegunungan Bintang
Berada di peringkat ke-21 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, dengan angka 28,95 persen pada tahun 2024. Jumlah penduduk miskin adalah 22.870 orang, turun sedikit sebesar 1,93 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk keseluruhan mencapai 114.151 jiwa, dengan pertumbuhan 0,71 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah 917,12 ribu rupiah per kapita per bulan, yang lebih tinggi dibanding kabupaten tetangga lainnya, dan pendapatan per kapita sebesar 30,33 juta rupiah per tahun. Tingkat kemiskinan di sini lebih rendah dibanding Kabupaten Yalimo, dan pertumbuhan penurunan kemiskinan (-2,82 persen) lebih kecil dibanding Yalimo.
Kabupaten Tolikara
Menempati peringkat ke-13 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, dengan angka 31,22 persen pada tahun 2024. Jumlah penduduk miskin mencapai 48.730 orang, naik sedikit sebesar 0,68 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk keseluruhan adalah 251.661 jiwa, dengan pertumbuhan paling rendah di antara kabupaten tetangga yaitu 0,1 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 675,91 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita sebesar 8,83 juta rupiah per tahun, yang merupakan yang kedua terendah di antara kabupaten tetangga. Tingkat kemiskinan di sini lebih tinggi dibanding Kabupaten Yalimo, namun pertumbuhan kemiskinan justru naik sedikit dibanding Yalimo yang turun.
Kabupaten Yahukimo
Berada di peringkat ke-10 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, dengan angka 33,82 persen pada tahun 2024. Jumlah penduduk miskin mencapai 68.320 orang, turun sedikit sebesar 5,3 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk keseluruhan adalah 355.612 jiwa, dengan pertumbuhan paling rendah di antara kabupaten tetangga yaitu 0,08 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 718,08 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita sebesar 8,48 juta rupiah per tahun, yang merupakan yang terendah di antara kabupaten tetangga. Tingkat kemiskinan di sini adalah yang tertinggi di antara kabupaten tetangga, namun pertumbuhan penurunan kemiskinan (-6,26 persen) lebih besar dibanding Yalimo.