Provinsi DKI Jakarta pada Januari 2026 mencatatkan volume ekspor total sebesar 286,52 ribu ton. Sedangkan untuk ekspor menurut kelompok barang kode SITC (Standard International Trade Classification) 55 minyak atsiri dan bahan wangi-wangian, ekspor dari provinsi ini pada Januari 2026 dilaporkan turun menjadi 24,58 juta ton.
Turunnya nilai ekspor ini melanjutkan tren kondisi lima bulan terakhir yang terus menurun naik dibandingkan dengan posisi yang sama dua tahun lalu yang tercatat 323,58 juta ton. Menurut catatan Bank Indonesia (BI), pada periode yang sama tahun sebelumnya, ekspor dari provinsi ini tercatat 323,58 juta ton.
(Baca: Provinsi Kalimantan Selatan Ekspor 13,74 Juta Ton Barang Barang Kayu dan Gabus)
DKI Jakarta dalam rekap dokumen pabean impor mencatatkan 22 kelompok barang yang di ekspor dari provinsi ini. Barang-barang tersebut dikelompokkan dalam SITC 2 digit. Kelompok barang dengan volume ekspor tertinggi yakni volume ekspor SITC kode lain lain .
(Baca: Angka Partisipasi Murni (APM) Sd/Sederajat di Sumatera Barat | 2025)
Data historis 28 bulan terakhir, ekspor dari DKI Jakarta dengan volume tertinggi pernah dicatatkan pada Desember 2024 sebesar 323,58 juta ton dan terendahnya terjadi pada April 2024 dengan volume ekspor 20,27 juta ton.
Berikut ini adalah ekspor dari provinsi DKI Jakarta menurut kode SITC 2 digit dengan volume ekspor tertinggi per Januari 2026:
- SITC kode lain lain 188,61 juta ton
- SITC kode 78 kendaraan bermotor untuk jalan raya 25,86 juta ton
- SITC kode 09 hasil olahan makanan lainnya 25,41 juta ton
- SITC kode 55 minyak atsiri dan bahan wangi-wangian 24,58 juta ton
- SITC kode 03 ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya 19,92 juta ton
- SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukanligam 6,11 juta ton
- SITC kode 84 pakaian 5,11 juta ton
- SITC kode 71 mesin pembangkit tenaga 4,36 juta ton
- SITC kode 68 logam tidak mengandung besi 3,88 juta ton
- SITC kode 77 mesin listrik, aparat dan alat-alatnya 3 juta ton