Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kota Pangkal Pinang Kepulauan Bangka Belitung tahun 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 4,50 persen, mengalami kenaikan sebesar 11,39 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk wilayah ini justru turun 8,35 persen menjadi 222.058 jiwa, sementara penduduk miskin bertambah 1.120 jiwa menjadi total 9.990 jiwa.
(Baca: Prakiraan Cuaca Landak Hari Ini 30 Juli 2026, Hujan Ringan)
Selama periode 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencatat titik tertinggi pada 2006 sebesar 7,60 persen, dan terendah pada tahun 2011 sebesar 4,15 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi penurunan terjadi tahun 2011 sebesar 31,06 persen, sedangkan kenaikan tertinggi terjadi tahun 2012 sebesar 23,02 persen. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir lebih rendah 0,17 poin dibanding rata-rata 5 tahun terakhir.
Secara peringkat nasional, Kota Pangkal Pinang saat ini berada di urutan 449 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk indikator persentase penduduk miskin. Sepanjang 21 tahun data tercatat, peringkat wilayah ini sempat berada di posisi terbaik 480 pada tahun 2024, sebelum bergeser turun 31 posisi pada tahun 2025 ini.
Kabupaten Bangka
Berada di peringkat 440 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 4,71 persen dengan kenaikan 11,08 persen tahun lalu. Terdapat 16.580 jiwa penduduk miskin dari total 352.225 jiwa penduduk total. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 734,58 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 63,27 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan penduduk wilayah ini tercatat naik 4,28 persen, menjadi yang tertinggi diantara seluruh kabupaten di provinsi ini.
Kabupaten Belitung Timur
(Baca: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Buton Tengah Rp.27,74 Juta Data per 2025)
Peringkat 342 nasional, persentase kemiskinan tercatat 6,69 persen dengan kenaikan sedikit sebesar 5,19 persen pada tahun terakhir. Dari 135.095 jiwa total penduduk, terdapat 9.040 jiwa yang tergolong penduduk miskin. Garis kemiskinan wilayah ini mencapai 925,73 ribu rupiah per kapita per bulan, salah satu tertinggi di Indonesia. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 89,14 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan penduduk hanya naik 1,96 persen.
Kabupaten Belitung
Menduduki peringkat 352 secara nasional, angka persentase kemiskinan disini tercatat 6,44 persen dengan kenaikan 5,40 persen dibanding tahun sebelumnya. Dari total 198.149 jiwa penduduk, 12.760 jiwa masuk kategori miskin. Garis kemiskinan berada di angka 937,76 ribu rupiah per kapita per bulan, menjadi urutan 11 tertinggi seluruh Indonesia. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 78,75 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan penduduk tercatat 2,99 persen.
Kabupaten Bangka Barat
Wilayah ini berada di peringkat 504 nasional, menjadi wilayah dengan persentase kemiskinan terendah se-provinsi yaitu 2,92 persen. Kenaikan persentase kemiskinan tahun lalu tercatat 12,74 persen, tertinggi diantara seluruh wilayah di Kepulauan Bangka Belitung. Garis kemiskinan ditetapkan 731,20 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 97,86 juta rupiah per tahun, tertinggi di provinsi ini.
Kabupaten Bangka Selatan
Menduduki peringkat 471 secara nasional, persentase penduduk miskin tercatat 4,17 persen dengan kenaikan 11,50 persen pada tahun terakhir. Terdapat 9.130 jiwa penduduk miskin dari total 219.070 jiwa penduduk yang tercatat. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 707,84 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat berada di angka 61,99 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan penduduk wilayah ini hanya naik 1,38 persen, terendah di provinsi.