Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung tahun 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 4,50 persen, naik 11,39 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin bertambah 1.120 jiwa menjadi total 9.990 jiwa pada periode terbaru.
Sepanjang periode 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan wilayah ini mencapai titik tertinggi 7,60 persen pada tahun 2006, dan titik terendah 4,04 persen pada tahun 2024. Pertumbuhan angka kemiskinan terbesar tercatat 23,02 persen pada 2015, sedangkan penurunan terbesar mencapai 31,06 persen pada tahun 2011. Saat ini wilayah ini berada pada peringkat 449 dari total 514 kabupaten/kota se-Indonesia.
(Baca: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Rote Ndao Rp.27,9 Juta Data per 2025)
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada pada angka 4,27 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 4,43 persen. Peringkat nasional wilayah ini sempat berada di urutan 480 pada tahun 2024, sebelum bergeser turun 31 peringkat menjadi urutan 449 pada data terbaru 2025.
Dibandingkan seluruh kabupaten di lingkup Kepulauan Bangka Belitung, persentase kemiskinan Kota Pangkal Pinang berada di tengah urutan wilayah. Angka pertumbuhan kemiskinan wilayah ini lebih tinggi dibanding Kabupaten Belitung Timur dan Kabupaten Belitung, namun sedikit lebih rendah dibanding Kabupaten Bangka Barat.
Kabupaten Bangka
Wilayah ini menempati peringkat 440 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 4,71 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 16.580 jiwa dengan pertumbuhan 12,33 persen tahun terakhir. Garis kemiskinan berada pada angka 734,58 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita masyarakat tercatat 63,27 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Belitung Timur
Peringkat 342 se-Indonesia dicatatkan untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai 6,69 persen. Terdapat 9.040 jiwa penduduk yang masuk kategori miskin, dengan pertumbuhan angka kemiskinan 5,19 persen. Garis kemiskinan wilayah ini mencapai 925,73 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tercatat 89,14 juta rupiah per tahun.
(Baca: PDRB ADHK Sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor di Maluku Utara | 2025)
Kabupaten Belitung
Untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini berada pada peringkat 352 se-Indonesia dengan nilai 6,44 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 12.760 jiwa, dengan pertumbuhan angka kemiskinan 6,60 persen tahun terakhir. Garis kemiskinan mencapai 937,76 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 78,75 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Bangka Barat
Wilayah ini menempati peringkat 504 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 2,92 persen. Terdapat 6.510 jiwa penduduk miskin, dengan pertumbuhan angka kemiskinan 14,01 persen tahun terakhir. Garis kemiskinan berada pada 731,20 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai 97,86 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Bangka Selatan
Peringkat 471 se-Indonesia dicatatkan untuk persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 4,17 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 9.130 jiwa dengan pertumbuhan angka kemiskinan 11,50 persen. Garis kemiskinan wilayah ini berada pada 707,84 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tercatat 61,99 juta rupiah per tahun.