Produk Utama yang Diimpor Indonesia dari Malaysia. pada 2023
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Indonesia membukukan impor dengan Malaysia. sebesar US$ 10,76 miliar data per Desember 2023. Nilai tersebut semakin jatuh 13.75% dibandingkan impor tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 12,48 miliar.
Rekam jejak perdagangan Indonesia dengan Malaysia. impor dalam 10 tahun terakhir terus melonjak. Terendah impor Indonesia adalah US$ 6,93 miliar dan untuk impor tertinggi di angka US$ 12,48 miliar.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bengkayang Periode 2004 - 2024)
Dari total 97 produk (kode HS dua digit) yang diimpor dari Malaysia. 46 produk bernilai lebih dari satu miliar dolar. Selain itu menurut data Trademap, dari negara ini terdapat 92 produk utama Indonesia yang diimpor setiap tahun. Artinya, ada ketergantungan cukup besar untuk produk-produk impor tersebut. Lainnya, sebagian besar produk merupakan impor produk yang juga banyak diimpor dari negara lain.
Berikut ini adalah daftar lima produk utama yang diimpor Indonesia dari Malaysia. Urutan ini disusun mulai dari transaksi dengan nilai yang terbesar.
- Bahan bakar mineral, minyak mineral, dan produk dari penyulingannya
- Reaktor nuklir, boiler, mesin, dan peralatan mekanik
- Plastik.
- Mesin dan peralatan listrik serta suku cadangnya
- Bahan kimia organik.
Masuk dalam kode HS 27, Bahan bakar mineral, minyak mineral, dan produk dari penyulingannya merupakan kelompok produk barang impor yang dikategorikan bersama dengan zat bituminus dan mineral. Impor produk ini dari Malaysia. berada di urutan pertama. Dari negara ini, Indonesia mengimpor senilai US$ 4,97 miliar. Nilai impor Bahan bakar mineral, minyak mineral, dan produk dari penyulingannya; zat bituminus; mineral ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mampu menembus US$ 6,28 miliar.
Di urutan kedua, impor Indonesia paling banyak adalah produk Reaktor nuklir, boiler, mesin, dan peralatan mekanik. Nilai impor dari Malaysia. pada 2023 tercatat US$ 1,08 miliar. Angka ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 944,82 juta.
Selain itu, Indonesia banyak mengimpor Plastik. dari Malaysia. Nilai impor produk ini tercatat senilai US$ 894,01 juta. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mampu menembus US$ 906,46 juta. Selain Malaysia. Indonesia juga mengandalkan impor Plastik. dari China, Amerika Serikat. Jerman. Korea, Republik Korea. dan Belgia. Selain negara utama tersebut, Indonesia tercatat mengimpor produk ini dari -4 negara lainnya.
(Baca: Keadaan Angkatan Kerja di Kabupaten Lampung Timur pada 2024)
Masuk dalam kode HS 85, Mesin dan peralatan listrik serta suku cadangnya merupakan kelompok produk barang impor yang dikategorikan bersama dengan perekam dan pemutar suara, televisi. . Indonesia mengimpor senilai US$ 655,21 juta. Impor Mesin dan peralatan listrik serta suku cadangnya yang terbesar saat ini masih berasal dari Malaysia. Selain negara ini, lima negara terbesar yang menjadi sumber impor Mesin dan peralatan listrik serta suku cadangnya Indonesia adalah Cina. Hong Kong, Tiongkok. Taipei, Tiongkok. Amerika Serikat. dan Jerman..
Impor Bahan kimia organik. dari Malaysia. saat ini merupakan yang terbesar. Dari negara ini, Indonesia melakukan impor senilai US$ 605,29 juta. Negara lainnya yang menjadi andalan impor Bahan kimia organik. dengan nilai terbesar adalah Cina, Amerika Serikat. Irlandia. Swiss. dan Belgia.