Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, tahun 2024 sebesar 6 persen, sedikit turun dari 6,28 persen tahun sebelumnya dengan pertumbuhan -4,46 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 16.350 jiwa, sedikit turun 3,08 persen dari tahun 2023. Jumlah penduduk total kabupaten ini adalah 294.399 jiwa, sedikit naik 0,91 persen dari tahun sebelumnya. Secara nasional, kabupaten ini berada di peringkat 401 untuk persentase kemiskinan, dan peringkat 19 di Pulau Kalimantan.
Data historis BPS periode 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di Bengkayang terjadi pada tahun 2004 (15,18 persen) dan terendah pada tahun 2024 (6 persen). Pertumbuhan kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2008 (-20,79 persen) dan tertinggi pada tahun 2013 (19,02 persen). Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) sebesar 6,1 persen, sedikit lebih rendah dari rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 6,28 persen. Peringkat nasional kemiskinan kabupaten ini cenderung stabil di kisaran 370-410 sejak tahun 2010.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Mojokerto Periode 2004 - 2024)
Dibandingkan kabupaten tetangga di Kalimantan Barat, persentase kemiskinan Bengkayang (6 persen) lebih tinggi daripada Kabupaten Mempawah (4,83 persen) dan Kabupaten Sanggau (4,67 persen), namun lebih rendah daripada Kabupaten Kapuas Hulu (7,4 persen), Kabupaten Sambas (6,53 persen), dan Kabupaten Sintang (8,03 persen). Jumlah penduduk miskin Bengkayang juga lebih besar daripada Mempawah dan Sekadau, namun lebih kecil daripada kabupaten lain di wilayah tersebut.
Kabupaten Mempawah
Berada di peringkat 448 nasional untuk persentase kemiskinan, angka kemiskinan tahun ini sedikit turun sebesar 7,29 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk mencapai 313.046 jiwa dengan pertumbuhan tahunan 0,98 persen, lebih banyak daripada Bengkayang namun jumlah penduduk miskinnya lebih sedikit sebesar 13.220 jiwa. Pendapatan per kapita sebesar Rp39,51 juta per tahun, lebih rendah daripada Bengkayang meskipun tingkat kemiskinan lebih rendah. Garis kemiskinan sebesar Rp471,84 ribu per kapita per bulan, dengan pertumbuhan tahunan 6,08 persen yang lebih tinggi daripada beberapa kabupaten tetangga.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Jawa Barat 2015 - 2024)
Kabupaten Kapuas Hulu
Berada di peringkat 329 nasional untuk persentase kemiskinan, angka kemiskinan tahun ini sedikit turun sebesar 9,31 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk mencapai 274.915 jiwa dengan pertumbuhan tahunan 2,26 persen, lebih cepat daripada Bengkayang. Jumlah penduduk miskin sebesar 20.770 jiwa, lebih banyak daripada Bengkayang. Pendapatan per kapita sebesar Rp53,96 juta per tahun, lebih tinggi daripada Bengkayang yang menjelaskan mengapa meskipun pendapatan tinggi, tingkat kemiskinan masih lebih tinggi akibat distribusi yang kurang merata. Garis kemiskinan sebesar Rp572,64 ribu per kapita per bulan, dengan pertumbuhan tahunan 5,4 persen yang stabil.
Kabupaten Sambas
Berada di peringkat 380 nasional untuk persentase kemiskinan, angka kemiskinan tahun ini sedikit turun sebesar 7,77 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk mencapai 648.307 jiwa, yang merupakan jumlah terbesar di antara kabupaten tetangga Bengkayang, dengan pertumbuhan tahunan 0,76 persen yang lebih lambat daripada rata-rata. Jumlah penduduk miskin sebesar 35.870 jiwa, jauh lebih banyak daripada Bengkayang. Pendapatan per kapita sebesar Rp43,61 juta per tahun, lebih tinggi daripada Bengkayang. Garis kemiskinan sebesar Rp528,02 ribu per kapita per bulan, dengan pertumbuhan tahunan 5,98 persen yang konsisten.