Provinsi Sulawesi Selatan pada Januari 2026 mencatatkan volume ekspor total sebesar 232,91 ribu ton. Sedangkan untuk ekspor menurut kelompok barang kode SITC (Standard International Trade Classification) 05 buah-buahan dan sayur-sayuran, ekspor dari provinsi ini pada Januari 2026 dilaporkan turun menjadi 223,91 ribu ton.
Turunnya nilai ekspor ini berkontribusi terhadap penurunan cadangan devisa dan nilai ekspor total yang sebelumnya dalam tren naik lima bulan terakhir. Bank Indonesia (BI) melaporkan, volume ekspor bulanan pada Januari 2025 sebelumnya yang tercatat lebih tinggi yakni 947,88 ribu ton.
(Baca: Populasi Sapi Potong Jantan yang Bisa Dipotong Periode 2013-2025)
Sulawesi Selatan dalam rekap dokumen pabean impor mencatatkan 22 kelompok barang yang di ekspor dari provinsi ini. Barang-barang tersebut dikelompokkan dalam SITC 2 digit. Kelompok barang dengan volume ekspor tertinggi yakni volume ekspor SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukanligam .
(Baca: Volume Ekspor Besi dan Baja Provinsi Jawa Timur Januari 2026)
Data historis 13 bulan terakhir, ekspor dari Sulawesi Selatan dengan volume tertinggi pernah dicatatkan pada Mei 2025 sebesar 4 juta ton dan terendahnya terjadi pada September 2025 dengan volume ekspor 189,96 ribu ton.
Berikut ini adalah ekspor dari provinsi Sulawesi Selatan menurut kode SITC 2 digit dengan volume ekspor tertinggi per Januari 2026:
- SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukanligam 118,51 juta ton
- SITC kode 29 bahan nabati dan hewani lainnya 10,26 juta ton
- SITC kode 08 makanan ternak 8,09 juta ton
- SITC kode 67 besi dan baja 4,05 juta ton
- SITC kode 07 kopi, teh, coklat, rempah-rempah 2,25 juta ton
- SITC kode 28 bijih logam dan sisa-sisa logam 1,85 juta ton
- SITC kode 03 ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya 1,84 juta ton
- SITC kode 04 gandum dan olahan gandum 503,9 ribu ton
- SITC kode lain lain 233,07 ribu ton
- SITC kode 05 buah-buahan dan sayur-sayuran 223,91 ribu ton