Data per Februari 2023, pertumbuhan nilai ekspor produk nabati di Maluku Utara tumbuh 134,48 ribu%. Angka ini naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat US$516,66 ribu. Sebelumnya, Maluku Utara pernah mencatatkan rekor pertumbuhan pada Desember 2015 dengan angka nilai ekspor produk nabati mencapai US$282,61 ribu. Sedangkan rata-rata enam tahun terakhir nilai ekspor produk nabati tumbuh dengan angka 22,52 ribu%.
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Persentase Pekerja Setengah Menganggur di Bengkulu | 2024)
Rata-rata nilai ekspor produk nabati di Indonesia saat ini sebesar US$9,05 juta data per Februari 2023. Hanya sebagian kecil saja provinsi, kondisi saat ini terlihat lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya.
Jawa Timur mencatatkan nilai ekspor produk nabati tertinggi dengan US$51,47 juta. Di provinsi ini, Bank Indonesia (BI) mencatat perkembangan data bulanan di wilayah ini naik 6,68% dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya.
(Baca: Inilah Produk yang Banyak Diekspor Indonesia ke Saudi Arabia pada 2023)
Setelahnya Sumatera Utara di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya, nilai ekspor produk nabati di provinsi ini tumbuh -21,28%. Periode yang sama bulan sebelumnya nilai ekspor produk nabati di provinsi ini tercatat US$31,27 juta .
Selanjutnya, Lampung dengan nilai ekspor produk nabati US$30,56 juta (turun 20,3%), nilai ekspor produk nabati di Riau naik 30,19% menjadi US$28,14 juta dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya dan Sulawesi Selatan dengan nilai ekspor produk nabati US$27,27 juta (naik 10,09%)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan nilai ekspor produk nabati tertinggi pada Februari 2023:
- Jawa Timur US$51,47 juta
- Sumatera Utara US$35,54 juta
- Lampung US$30,56 juta
- Riau US$28,14 juta
- Sulawesi Selatan US$27,27 juta
- DKI Jakarta US$15,3 juta
- Jawa Barat US$14,59 juta
- Jambi US$14,59 juta
- Jawa Tengah US$13,06 juta
- Gorontalo US$8,8 juta