- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat bahwa PDB Paritas Daya Beli (PPP) Gambia pada tahun 2024 mencapai 18,23 unit, mengalami pertumbuhan sebesar 9,07% dibandingkan tahun sebelumnya (2023: 16,71 unit). Nilai ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023: sekitar 15,47 unit) dan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023: sekitar 15,27 unit), menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapasitas daya beli ekonomi Gambia pada tahun ini.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Sulawesi Barat 2018 - 2024)
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Gambia terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Dalam sepuluh tahun terakhir (2015-2024), tren PDB PPP Gambia secara umum cenderung naik, namun mengalami fluktuasi yang jelas: pertumbuhan tahunan berkisar dari kontraksi turun 3,94% pada tahun 2020 (dimana nilai PDB PPP turun dari 15,26 unit tahun 2019 menjadi 14,66 unit) hingga pertumbuhan tertinggi sebesar 11,59% pada tahun 2023. Anomali terjadi pada tahun 2020, di mana nilai PDB PPP mengalami penurunan setelah lima tahun berturut-turut mengalami peningkatan, yang menjadi titik terendah dalam sepuluh tahun terakhir.
Dalam peringkat regional Afrika, Gambia naik satu peringkat pada tahun 2024 menjadi peringkat ke-32, dari peringkat ke-33 pada tahun 2023. Peningkatan peringkat ini disebabkan oleh pertumbuhan PDB PPP yang lebih tinggi dibandingkan beberapa negara tetangga di Afrika pada tahun 2024, meskipun posisinya masih jauh dari negara-negara teratas di wilayah ini.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Lithuania 2015 - 2024)
IMF memproyeksikan nilai PDB PPP Gambia akan terus meningkat hingga tahun 2030, dengan nilai 19,113 unit pada 2025 dan mencapai 21,442 unit pada 2030. Pertumbuhan proyeksi tahun 2025 sebesar 4,87% lebih lambat dibandingkan pertumbuhan tahun 2024, namun tetap positif, menunjukkan kondisi ekonomi Gambia dalam hal daya beli akan terus membaik meskipun dengan laju yang lebih moderat.
Dibandingkan dengan lima negara teratas di wilayah Afrika berdasarkan PDB PPP, Gambia berada pada posisi yang jauh lebih rendah. Negara teratas adalah Sierra Leone (peringkat 1), Guinea-Bissau (2), Madagascar (3), Uganda (4), dan Burundi (5). Nilai PDB PPP Gambia tahun 2024 (18,23 unit) juga jauh lebih rendah dibandingkan nilai rata-rata negara teratas, yang menunjukkan bahwa Gambia masih memiliki celah besar untuk menutup jarak dengan ekonomi yang lebih kuat di wilayah Afrika.