- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data terbaru PDB Paritas Daya Beli Rwanda tahun 2024 tercatat pada angka 355,41 unit. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 1,31% dibandingkan tahun 2023. Selama tiga tahun terakhir yaitu 2022, 2023 dan 2024, Rwanda mencatatkan pertumbuhan positif berturut-turut setelah sebelumnya mengalami kontraksi pada tahun 2021. Kontraksi pada tahun 2021 merupakan penurunan nilai PDB PPP sebesar 6,67% yang menjadi penurunan terdalam sepanjang dekade terakhir.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Rwanda terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Mongolia 2015 - 2024)
Jika dibandingkan rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir, pertumbuhan 2024 sebesar 1,31% tercatat jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata 5,86% pada periode 2022-2024. Sementara rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir sejak 2020 hanya sebesar 2,79%, hal ini menunjukkan periode tiga tahun terakhir masih mencatatkan kinerja pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan periode lima tahun belakang.
Sepanjang 10 tahun data tercatat, kenaikan tertinggi PDB PPP Rwanda terjadi pada tahun 2022 dengan pertumbuhan 8,21%, disusul tahun 2023 dengan pertumbuhan 8,05%. Sementara penurunan terparah terjadi pada tahun 2021 akibat guncangan pandemi global, yang menjadi satu-satunya anomali penurunan di atas 5% sepanjang periode pengamatan data 2015-2024.
Fluktuasi pertumbuhan yang terjadi dalam 10 tahun terakhir hanya terjadi pada periode pandemi, dimana sebelum tahun 2020 Rwanda hanya bergerak pada kisaran pertumbuhan antara -2,42% sampai 6,25% tanpa guncangan ekstrem. Setelah keluar dari kontraksi 2021, pertumbuhan Rwanda sempat memuncak selama dua tahun berturut-turut sebelum kembali melambat tajam pada tahun 2024.
Dari sisi peringkat regional kawasan Afrika, Rwanda mengalami penurunan peringkat secara berturut-turut. Dari peringkat 7 yang bertahan selama 8 tahun berturut-turut, peringkat Rwanda turun menjadi posisi 8 pada tahun 2023 dan kembali turun menjadi posisi 9 pada tahun 2024. Penurunan peringkat ini terjadi disebabkan akselerasi pertumbuhan negara lain di kawasan yang lebih tinggi dibandingkan Rwanda.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Panama 2015 - 2024)
Berdasarkan perbandingan dengan negara lain di kawasan Afrika, pertumbuhan PDB PPP Rwanda tahun 2024 sebesar 1,31% berada jauh dibawah negara dengan pertumbuhan terbaik tiga tahun terakhir yaitu Malawi yang mencatatkan pertumbuhan rata-rata diatas 25%. Secara peringkat nilai tahun terakhir, Rwanda saat ini berada di posisi 9 dari 50 negara yang diamati di kawasan Afrika.
IMF juga merilis proyeksi PDB PPP Rwanda untuk periode 2025 sampai 2030. Berdasarkan proyeksi tersebut, pertumbuhan akan kembali naik menjadi 3% pada tahun 2025, dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 3,01% selama periode proyeksi. Angka proyeksi ini menunjukkan akan terjadi perbaikan kinerja ekonomi dibandingkan kondisi pertumbuhan 2024 yang hanya 1,31%.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17 | -0.03 | |
| Neraca perdagangan (Mar) | 3,32 | +160.82 | |
| Ekspor Migas (Mar) | 1,28 | +18.60 | |
| Impor Migas (Mar) | 3,17 | +58.74 | |
| Ekspor (Mar) | 22,53 | +1.62 | |
| Impor (Mar) | 19,21 | -8.08 | |
| Kunjungan Wisman (Feb) | 1,16 | -2.42 | |
| Inflasi yoy (Apr) | 2,42% | -1.06 | |
| Inflasi mom (Apr) | 0,13% | -0.28 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Apr) | 112,29 | +0.43 |