- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Menurut data International Monetary Fund (IMF), PDB Paritas Daya Beli (PPP) Myanmar pada tahun 2024 mencapai 504.16 unit, menunjukkan kenaikan dibanding rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) sebesar 449.27 unit dan lima tahun terakhir (2019-2023) sebesar 410.61 unit. Pertumbuhan tahunan PDB PPP selama tiga tahun terakhir menunjukkan penurunan bertahap: 10.24% pada 2022, 7.14% pada 2023, dan 3.99% pada 2024, meskipun tetap dalam zona pertumbuhan positif.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Kosovo 2015 - 2024)
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Myanmar terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Dari data 10 tahun terakhir (2015-2024), pertumbuhan tertinggi terjadi pada 2021 sebesar 15.77%, sedangkan pertumbuhan terendah adalah kontraksi sebesar 6.28% pada 2018—kontraksi ini berarti nilai PDB PPP Myanmar turun sebesar 6.28% dibanding tahun sebelumnya. Anomali terjadi pada 2021, di mana pertumbuhan melonjak drastis dari 1.1% pada 2020 menjadi 15.77%, tiga kali lipat rata-rata pertumbuhan 10 tahun sebesar 4.3%.
Secara peringkat regional ASEAN, Myanmar tetap berada di peringkat ke-5 pada tahun 2024, sama seperti selama 10 tahun terakhir (2015-2024). Tidak ada perubahan peringkat dibanding tahun sebelumnya, menunjukkan posisi ekonomi Myanmar dalam skala regional tetap stabil di level menengah.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Togo 2015 - 2024)
IMF memproyeksikan nilai PDB PPP Myanmar akan mencapai 523.04 unit pada 2025 dengan pertumbuhan 3.74%, sedikit menurun dari pertumbuhan 2024 sebesar 3.99%. Namun, proyeksi tahun berikutnya (2026-2030) menunjukkan peningkatan pertumbuhan kembali: 4.22% pada 2026, 4.58% pada 2027, dan mencapai 6.06% pada 2029, yang menunjukkan kondisi ekonomi akan kembali membaik setelah penurunan pertumbuhan sementara pada 2025.
Dalam perbandingan dengan negara lain di ASEAN, Myanmar berada di posisi ke-5, jauh di atas negara dengan nilai terendah yaitu Brunei Darussalam (peringkat ke-10) yang memiliki nilai PDB PPP sebesar 0.496 unit. Dibandingkan dengan Vietnam yang berada di peringkat ke-1 dengan nilai 6956.92 unit, Myanmar masih memiliki celah yang signifikan dalam nilai PDB PPP, meskipun peringkatnya tidak berubah dari tahun sebelumnya.