Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita bulanan masyarakat Kabupaten Karawang untuk rokok dan tembakau pada tahun 2024 mencapai 167922 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 7,3 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih penambahan sebesar 11432,8 rupiah per orang setiap bulannya.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Sukamara 4,47 Persen)
Sepanjang periode 2018 hingga 2024, pengeluaran rokok dan tembakau di wilayah ini tercatat mengalami penurunan sedikit selama tiga tahun berturut-turut mulai tahun 2018 hingga 2020. Pada tahun 2021 tercatat naik sedikit sebesar 1,1 persen, kemudian kembali naik secara bertahap hingga mencapai nilai pengeluaran tertinggi pada tahun 2024. Kenaikan paling besar terjadi pada tahun 2023 dengan persentase sebesar 20,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data pengeluaran rumah tangga, nilai pengeluaran rokok dan tembakau ini setara dengan 229 persen dari rata-rata pengeluaran kecantikan, 212 persen dari pengeluaran sabun mandi, serta 53,5 persen dari pengeluaran perawatan kesehatan per kapita bulanan. Setiap warga Kabupaten Karawang mengalokasikan hampir separuh nilai pengeluaran makanan jadi hanya untuk kebutuhan rokok dan tembakau setiap bulannya.
Di tingkat provinsi Jawa Barat, Kabupaten Karawang menempati urutan ke-4 dari 27 kabupaten dan kota untuk besaran pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024. Urutan di atas Kabupaten Karawang secara berturut-turut adalah Kota Bekasi dengan 196516 rupiah, Kota Bandung dengan 178884 rupiah, dan Kabupaten Subang dengan 172481 rupiah. Di tingkat nasional, wilayah ini menempati urutan ke 70 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Badan Pusat Statistik juga mencatat total pengeluaran per kapita bulanan masyarakat Kabupaten Karawang untuk seluruh kebutuhan mencapai 1685757 rupiah pada tahun 2024. Dari nilai total tersebut, alokasi untuk rokok dan tembakau mencapai 9,96 persen dari seluruh pengeluaran rumah tangga per orang setiap bulan. Rata-rata pertumbuhan pengeluaran rokok dan tembakau selama lima tahun terakhir tercatat sebesar 6,04 persen per tahun.
Kota Bekasi
(Baca: Harga Emas Hari Ini Naik ke Rp2.651.000 per Gram, Cek Rinciannya Jumat, 3 Juli 2026)
Kota Bekasi menjadi wilayah dengan pengeluaran rokok dan tembakau tertinggi di seluruh Provinsi Jawa Barat pada tahun 2024 dengan nilai 196516 rupiah per kapita setiap bulannya. Wilayah ini juga mencatatkan pertumbuhan pengeluaran rokok tertinggi sebesar 22,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, jauh melampaui pertumbuhan rata-rata kabupaten lain di provinsi ini. Untuk total pengeluaran keseluruhan per kapita, Kota Bekasi juga konsisten menempati urutan pertama di Jawa Barat dengan nilai total mencapai 3345253 rupiah per bulan tahun 2024.
Kota Bandung
Sebagai ibukota provinsi, Kota Bandung menempati urutan kedua untuk besaran pengeluaran rokok dan tembakau dengan nilai 178884 rupiah per kapita per bulan tahun 2024. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikannya salah satu dari empat wilayah dengan pertumbuhan pengeluaran rokok di atas angka 10 persen. Untuk total pengeluaran keseluruhan masyarakat, Kota Bandung berada di urutan ketiga se-Jawa Barat dengan nilai 2636944 rupiah per kapita setiap bulannya.
Kabupaten Subang
Kabupaten Subang berada satu tingkat di atas Kabupaten Karawang di urutan ketiga provinsi untuk pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024, dengan nilai tercatat 172481 rupiah per kapita setiap bulannya. Pertumbuhan pengeluaran di wilayah ini mencapai 11,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, angka yang sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan yang terjadi di Kabupaten Karawang. Untuk kategori pengeluaran bukan makanan secara keseluruhan, Kabupaten Subang menempati urutan ke 23 dari 27 wilayah di Jawa Barat pada tahun yang sama.
Kabupaten Indramayu
Kabupaten Indramayu berada tepat satu tingkat di bawah Kabupaten Karawang di urutan kelima provinsi, dengan nilai pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024 tercatat 167146 rupiah per kapita per bulan. Berbeda dengan sebagian besar wilayah lain, Kabupaten Indramayu justru mencatatkan penurunan sedikit sebesar 1,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi satu dari sedikit wilayah yang mengalami penurunan pengeluaran untuk kategori ini pada tahun 2024. Untuk total pengeluaran keseluruhan masyarakat, wilayah ini menempati urutan ke 12 di Provinsi Jawa Barat.