Pengeluaran untuk sabun mandi di Kabupaten Konawe Utara menunjukkan perkembangan yang menarik pada tahun 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pengeluaran untuk sabun mandi mencapai Rp 67.459 per kapita per bulan. Angka ini mengalami pertumbuhan sebesar 21,8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dibandingkan dengan total pengeluaran masyarakat untuk aneka barang dan jasa yang mencapai Rp 225.595 per kapita per bulan, pengeluaran untuk sabun mandi ini relatif kecil. Namun, jika dibandingkan dengan pengeluaran untuk kecantikan yang sebesar Rp 34.572, pengeluaran sabun mandi lebih tinggi. Bahkan, nilainya mendekati pengeluaran masyarakat untuk perawatan yang mencapai Rp 55.929.
(Baca: Produksi Jeruk Besar Periode 2013-2023)
Secara historis, pengeluaran untuk sabun mandi di Konawe Utara cenderung fluktuatif, tetapi secara umum menunjukkan peningkatan. Dimulai dari Rp 37.107 pada tahun 2018, pengeluaran sempat naik, kemudian sedikit turun, lalu melonjak tajam pada tahun 2021 dan 2022. Sempat sedikit turun pada 2023, kini kembali naik signifikan di tahun 2024.
Pengeluaran masyarakat Konawe Utara secara keseluruhan menunjukkan dinamika yang cukup baik. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan jadi mencapai Rp 215.315 dan rokok serta tembakau sebesar Rp 184.041. Ini mengindikasikan bahwa masyarakat memiliki kemampuan ekonomi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar dan gaya hidup.
Dalam skala regional, Kabupaten Konawe Utara menduduki peringkat ke-3 dalam hal pengeluaran untuk sabun mandi di antara kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun 2024. Sementara itu, secara nasional, Konawe Utara berada di peringkat 206. Peringkat pertama dan kedua di provinsi Sulawesi Tenggara masing-masing diduduki oleh Kota Kendari dan Kabupaten Wakatobi.
BPS mencatat, konsumsi bukan makanan di Kabupaten Konawe Utara menduduki urutan ke-2 se-Sulawesi Tenggara.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Sulawesi Tenggara 2018 - 2024)
Kenaikan tertinggi pengeluaran sabun mandi terjadi pada periode 2021-2022, yaitu 25,7%. Sementara, kenaikan terendah terjadi pada periode 2019-2020 dengan pertumbuhan minus 1,1%.
Jika dibandingkan dengan beberapa kabupaten/kota lain di Sulawesi Tenggara, Kota Kendari mencatatkan pengeluaran sabun mandi tertinggi, yaitu Rp 83.605. Kabupaten Wakatobi berada di urutan kedua dengan Rp 73.392. Pertumbuhan pengeluaran sabun mandi tertinggi diraih Kabupaten Buton, yaitu 32,1%. Konawe Utara berada di urutan ketiga dengan pertumbuhan 21,8%.
Kota Kendari
Kota Kendari mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp 1.013.733 pada tahun 2024, naik tipis sebesar 1,1% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1.002.920,14. Hal ini menempatkan Kendari pada peringkat pertama di antara kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Pengeluaran untuk makanan juga mengalami kenaikan sebesar 8,9%, dari Rp 706.688,26 menjadi Rp 769.676. Total pengeluaran per kapita (makanan dan bukan makanan) mencapai Rp 1.783.409.
Kabupaten Konawe Utara
Kabupaten Konawe Utara menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam pengeluaran bukan makanan, mencapai 31,5%, dari Rp 655.552,03 menjadi Rp 861.907. Sementara pengeluaran untuk makanan tumbuh 8,8% menjadi Rp 812.097. Dengan total pengeluaran sebesar Rp 1.674.005, Konawe Utara menduduki peringkat ke-2 di Sulawesi Tenggara. Peningkatan ini mengindikasikan adanya peningkatan kesejahteraan dan kemampuan konsumsi masyarakat di Konawe Utara.
Kabupaten Kolaka Utara
Kabupaten Kolaka Utara mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp 859.737 pada tahun 2024, naik 22,1% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 704.217,7. Pengeluaran untuk makanan juga mengalami kenaikan sebesar 9,4% menjadi Rp 739.715. Total pengeluaran per kapita mencapai Rp 1.599.452, menempatkan Kolaka Utara pada peringkat ke-3 di Sulawesi Tenggara.
Kota Bau Bau
Kota Bau Bau mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp 735.519 pada tahun 2024, naik 6,1% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 693.079,05. Pengeluaran untuk makanan mengalami kenaikan tipis sebesar 1,5% menjadi Rp 496.616. Total pengeluaran per kapita (makanan dan bukan makanan) mencapai Rp 1.232.135.