Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk sabun mandi di Kabupaten Sintang tahun 2024 sebesar 79.801 rupiah, naik 7,3% dibanding tahun sebelumnya. Proporsi pengeluaran ini terhadap rata-rata total pengeluaran barang dan jasa sebesar 272.472 rupiah per kapita sebulan adalah sekitar 29,3%, lebih tinggi dari pengeluaran untuk kecantikan (58.189 rupiah) dan perawatan (64.558 rupiah). Informasi ini berasal dari data Susenas yang diolah oleh BPS.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kab. Aceh Timur | 2024)
Selama periode 7 tahun (2018-2024), pengeluaran sabun mandi di Kabupaten Sintang mengalami fluktuasi. Tahun 2018, pengeluaran sebesar 58.107 rupiah, kemudian sedikit turun menjadi 56.079 rupiah pada 2019 (-3,5%). Tahun 2020 terjadi kenaikan drastis menjadi 76.680 rupiah (36,7%), sebelum sedikit turun menjadi 66.308 rupiah pada 2021 (-13,5%). Setelah itu, pengeluaran terus naik secara konsisten: 69.534 rupiah (2022, +4,9%), 74.403 rupiah (2023, +7%), dan mencapai 79.801 rupiah pada 2024. Tahun 2024 merupakan tahun dengan pengeluaran tertinggi selama periode ini, sedangkan 2019 memiliki pengeluaran terendah.
Di tingkat provinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Sintang berada di posisi ke-4 dalam peringkat pengeluaran sabun mandi tahun 2024. Wilayah yang berada di atasnya adalah Kabupaten Kapuas Hulu (posisi 1, 119.964 rupiah, pertumbuhan 41,5%), Kabupaten Sanggau (posisi 2, 81.221 rupiah, pertumbuhan 28,1%), dan Kabupaten Landak (posisi3, 80.521 rupiah, pertumbuhan -3,1%). Di belakangnya adalah Kota Pontianak (posisi5, 78.549 rupiah, pertumbuhan -6,4%). Pertumbuhan pengeluaran sabun mandi di Kabupaten Sintang lebih stabil dibanding beberapa wilayah lain yang mengalami penurunan.
Dibandingkan rata-rata pengeluaran sabun mandi tiga tahun terakhir (2021-2023) yang sebesar 70.081 rupiah, tahun 2024 mengalami kenaikan sebesar 9.720 rupiah. Jika dibanding lima tahun terakhir (2019-2023) dengan rata-rata 68.600 rupiah, pengeluaran tahun 2024 naik sekitar 11.201 rupiah. Hal ini menunjukkan pertumbuhan yang konsisten setelah fluktuasi di awal periode 2018-2021.
Pengeluaran sabun mandi di Kabupaten Sintang juga lebih tinggi dari beberapa kategori pengeluaran lain, seperti kecantikan dan perawatan, namun lebih rendah dari pengeluaran untuk makanan jadi (182.967 rupiah), rokok dan tembakau (152.324 rupiah), serta total pengeluaran barang dan jasa. Hal ini menunjukkan bahwa sabun mandi merupakan bagian penting dari pengeluaran konsumsi non makanan masyarakat Kabupaten Sintang.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Sulawesi Selatan 2018 - 2024)
Kota Pontianak
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Pontianak tahun 2024 sebesar 1.192.431 rupiah, naik 23,9% dari tahun sebelumnya. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan sebesar 2.086.950 rupiah, hanya naik sedikit 0,2% dibanding tahun 2023. Pengeluaran makanan sendiri naik 12,1% menjadi 894.519 rupiah. Kota Pontianak menduduki posisi pertama dalam peringkat pengeluaran bukan makanan dan total makanan plus bukan makanan di Kalimantan Barat, menunjukkan tingkat konsumsi masyarakat yang tinggi dibanding wilayah lain di provinsi.
Kota Singkawang
Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Singkawang tahun 2024 sebesar 759.547 rupiah, naik sedikit 0,3% dari tahun sebelumnya. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan turun 11,3% menjadi 1.534.917 rupiah, sementara pengeluaran makanan naik 0,6% menjadi 775.370 rupiah. Kota Singkawang berada di posisi kedua dalam peringkat pengeluaran bukan makanan di Kalimantan Barat, namun posisinya turun menjadi kedua dalam total pengeluaran makanan dan bukan makanan dibanding tahun sebelumnya.
Kabupaten Sintang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Sintang tahun 2024 sebesar 685.825 rupiah, naik 16,1% dari tahun sebelumnya. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan turun 3,6% menjadi 1.461.426 rupiah, sedangkan pengeluaran makanan naik 13,4% menjadi 775.601 rupiah. Kabupaten Sintang berada di posisi ketiga dalam peringkat pengeluaran bukan makanan dan total makanan plus bukan makanan di Kalimantan Barat, menunjukkan pertumbuhan pengeluaran non makanan yang signifikan meskipun total pengeluaran sedikit turun.
Kabupaten Kayong Utara
Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Kayong Utara tahun 2024 sebesar 675.863 rupiah, naik 32,8% dari tahun sebelumnya. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan turun 11,5% menjadi 1.414.516 rupiah, sementara pengeluaran makanan naik 7,7% menjadi 738.653 rupiah. Kabupaten Kayong Utara berada di posisi keempat dalam peringkat pengeluaran bukan makanan di Kalimantan Barat, dengan pertumbuhan non makanan yang tinggi meskipun total pengeluaran turun akibat penurunan pengeluaran non makanan tahun sebelumnya.