Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk perawatan kulit di Kabupaten Aceh Timur tahun 2024 sebesar 51477 Rupiah per kapita per bulan. Angka ini turun sedikit 5.2% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 54311.53 Rupiah. Selisih pengeluaran dengan tahun sebelumnya turun 2834.8 Rupiah, menunjukkan penurunan yang cukup terasa dalam kategori ini.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi Kab. Mamberamo Tengah | 2024)
Dibandingkan dengan kategori pengeluaran lain, pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Aceh Timur tahun 2024 hampir sama dengan pengeluaran untuk sabun mandi yang sebesar 51647 Rupiah per kapita per bulan. Nilai ini juga lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk kecantikan yang sebesar 26704 Rupiah, tetapi jauh lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk rokok dan tembakau yang sebesar 154322 Rupiah atau makanan jadi yang sebesar 186159 Rupiah. Pengeluaran perawatan kulit juga hanya menyumbang sekitar 26% dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa yang sebesar 197727 Rupiah.
Dari data historis tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Aceh Timur menunjukkan tren naik selama empat tahun berturut-turut sebelum mengalami penurunan dua tahun terakhir. Tahun 2018, pengeluaran sebesar 33362 Rupiah, naik 9.1% ke tahun 2019 menjadi 36387 Rupiah, lalu naik 3.9% ke tahun 2020 menjadi 37810 Rupiah. Kenaikan tertinggi terjadi di tahun 2021 sebesar 23.2% menjadi 46580 Rupiah, kemudian naik lagi 19.4% ke tahun 2022 menjadi 55632 Rupiah yang merupakan pengeluaran tertinggi selama tujuh tahun. Tahun 2023, pengeluaran turun sedikit 2.4% menjadi 54312 Rupiah, dan turun lagi 5.2% ke tahun 2024.
Berdasarkan data perbandingan, Kabupaten Aceh Timur berada di peringkat 14 di antara 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh untuk pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Wilayah dengan pengeluaran perawatan kulit tertinggi di Aceh adalah Kota Sabang di peringkat 1 dengan 103452 Rupiah (pertumbuhan 2.3% dari tahun sebelumnya), diikuti Kota Banda Aceh peringkat 2 dengan 93631 Rupiah (pertumbuhan 14.6%), Kabupaten Bener Meriah peringkat 3 dengan 91869 Rupiah (pertumbuhan 21.9%), Kabupaten Nagan Raya peringkat 4 dengan 81709 Rupiah (pertumbuhan -14.5%), dan Kota Lhokseumawe peringkat 5 dengan 77306 Rupiah (pertumbuhan 7.5%). Beberapa wilayah mengalami penurunan yang signifikan, seperti Kota Subulussalam dengan pertumbuhan -44.5% tahun 2024.
Kota Banda Aceh
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Banda Aceh memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar 2402683 Rupiah tahun 2024, naik 4.2% dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 1371277 Rupiah, naik 5.8% dari tahun sebelumnya, sedangkan pengeluaran untuk makanan sebesar 1031407 Rupiah, naik 14.1%. Wilayah ini berada di peringkat 1 untuk pengeluaran total dan bukan makanan, serta peringkat 2 untuk pengeluaran makanan di Provinsi Aceh. Dibandingkan Kabupaten Aceh Timur, pengeluaran total Kota Banda Aceh lebih dari dua kali lipat, menunjukkan tingkat konsumsi yang jauh lebih tinggi di wilayah ini.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Selatan 2015 - 2024)
Kota Lhokseumawe
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Lhokseumawe memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar 1692119 Rupiah tahun 2024, naik 5.2% dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 893134 Rupiah, naik 43.4% dari tahun sebelumnya yang merupakan pertumbuhan tertinggi di kategori bukan makanan di Provinsi Aceh. Pengeluaran untuk makanan sebesar 798985 Rupiah, naik 35.1% dari tahun sebelumnya. Wilayah ini berada di peringkat 3 untuk pengeluaran total, peringkat 2 untuk bukan makanan, dan peringkat 8 untuk makanan di Provinsi Aceh. Pertumbuhan bukan makanan yang signifikan menunjukkan peningkatan konsumsi barang dan jasa selain makanan di wilayah ini.
Kabupaten Bener Meriah
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kabupaten Bener Meriah memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar 1674833 Rupiah tahun 2024, naik 2.8% dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 716407 Rupiah, naik 34.6% dari tahun sebelumnya, sedangkan pengeluaran untuk makanan sebesar 958426 Rupiah, naik 32.4%. Wilayah ini berada di peringkat 4 untuk pengeluaran total, peringkat 4 untuk bukan makanan, dan peringkat 3 untuk makanan di Provinsi Aceh. Tingkat pertumbuhan makanan yang tinggi menunjukkan peningkatan daya beli untuk kebutuhan pangan di wilayah ini, yang menjadi prioritas utama bagi masyarakat.
Kabupaten Nagan Raya
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kabupaten Nagan Raya memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar 1816186 Rupiah tahun 2024, turun sedikit 15.1% dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 696057 Rupiah, naik 19.7% dari tahun sebelumnya, sedangkan pengeluaran untuk makanan sebesar 1120129 Rupiah, naik 24.3% dari tahun sebelumnya. Wilayah ini berada di peringkat 2 untuk pengeluaran total, peringkat 6 untuk bukan makanan, dan peringkat 1 untuk makanan di Provinsi Aceh. Meskipun pengeluaran total turun, pengeluaran makanan mengalami kenaikan yang signifikan, menunjukkan pergeseran prioritas konsumsi masyarakat ke arah kebutuhan pangan di wilayah ini.