- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data PDB Paritas Daya Beli Afrika Selatan tahun 2024 tercatat pada angka 7,42 unit. Angka ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 1,39 persen, meningkat dari pertumbuhan 1,16 persen pada tahun 2023. Secara nilai absolut, angka 2024 merupakan titik tertinggi sepanjang catatan 10 tahun terakhir yang dimulai dari tahun 2015.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Afrika Selatan terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kota Pontianak | 2024)
Selama tiga tahun terakhir yakni 2022, 2023 dan 2024, PDB PPP Afrika Selatan bergerak naik secara lambat setelah sempat mengalami kontraksi pada tahun 2022. Kontraksi yang dimaksud adalah penurunan nilai pertumbuhan sebesar 1,99 persen di tahun 2022, yang menjadi satu-satunya penurunan dalam 10 tahun catatan data ini. Setelah kontraksi tersebut, pemulihan berjalan dengan kecepatan di bawah 1,5 persen per tahun.
Rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir tercatat hanya 0,19 persen, jauh lebih buruk dibandingkan rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir yang mencapai 0,98 persen. Sementara rata-rata pertumbuhan 10 tahun terakhir sebesar 2,8 persen, menunjukkan bahwa pertumbuhan pasca pandemi mengalami perlambatan yang sangat signifikan dibandingkan periode sebelum tahun 2020.
Dalam 10 tahun terakhir, pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2018 dengan angka 6,89 persen, sedangkan titik terendah adalah kontraksi tahun 2022. Fluktuasi yang terjadi artinya setelah pertumbuhan konsisten di atas 3 persen setiap tahun sebelum 2020, sejak tahun 2021 tidak ada lagi pertumbuhan yang melebihi 2 persen per tahun untuk indikator ini.
Untuk peringkat regional di kawasan Afrika, pada tahun 2024 Afrika Selatan turun satu peringkat menjadi urutan ke 38. Peringkat ini sempat stabil di posisi 37 selama 4 tahun berturut-turut sebelumnya, sehingga penurunan peringkat ini menjadi pertama kalinya terjadi setelah tahun 2019.
(Baca: Update 2025: PDRB ADHB Sektor Asuransi dan Dana Pensiun di DKI Jakarta)
Berdasarkan perbandingan negara lain di kawasan, posisi Afrika Selatan berada tepat di atas Zambia dan di bawah Namibia untuk nilai PDB PPP tahun terbaru. Pertumbuhan Afrika Selatan tahun 2024 juga lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan 20 negara dengan nilai ekonomi serupa di kawasan Afrika yang rata-rata mencatatkan pertumbuhan di atas 2 persen.
IMF juga merilis proyeksi sampai tahun 2030, dimana PDB PPP Afrika Selatan diproyeksikan akan terus naik dengan pertumbuhan yang kembali membaik mulai tahun 2026 di atas 2 persen per tahun. Meskipun demikian, proyeksi pertumbuhan ini masih belum kembali ke level pertumbuhan sebelum tahun 2020, sehingga perbaikan ekonomi diprediksi akan berjalan secara lambat selama 6 tahun ke depan.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jun) | 3,34% | +0.26 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.947 | +0.38 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |