Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Kolaka Timur Sulawesi Tenggara semester tahun 2025 sebesar 12,57 persen. Angka ini turun sebesar 1,14 poin dari tahun sebelumnya, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 8,32 persen. Jumlah penduduk miskin saat ini tercatat 18.990 jiwa, berkurang 1.340 jiwa dari periode sebelumnya.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Finlandia 2024)
Selama periode 2015 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai nilai tertinggi 15,71 persen pada tahun 2016. Nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Peningkatan persentase kemiskinan tertinggi terjadi tahun 2021 sebesar 6,53 persen, sedangkan penurunan terbesar tercatat pada tahun 2018 sebesar 11,64 persen.
Secara peringkat nasional, Kabupaten Kolaka Timur berada di urutan 135 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Di wilayah Pulau Sulawesi, wilayah ini menempati urutan 23. Selama 10 tahun terakhir, peringkat nasional wilayah ini bergeser antara posisi 131 sampai 162.
Seluruh kabupaten tetangga di Sulawesi Tenggara juga mencatatkan penurunan persentase kemiskinan pada periode yang sama. Hanya Kabupaten Konawe Selatan yang mencatatkan penurunan sangat kecil kurang dari 0,2 persen, sementara wilayah lain mengalami penurunan diatas 3 persen.
Kabupaten Kolaka Utara
Berada di peringkat 125 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 12,94 persen dengan penurunan sedikit sebesar 4,22 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 21.470 jiwa, lebih besar dibandingkan Kabupaten Kolaka Timur. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 87,50 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 552,22 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Konawe Selatan
Peringkat 166 nasional, persentase kemiskinan tercatat 11,18 persen dengan penurunan sangat kecil hanya 0,18 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 37.400 jiwa, menjadi angka tertinggi diantara kelompok kabupaten perbandingan ini. Pendapatan per kapita tercatat 57,45 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan 370,13 ribu rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kota Sabang 21.569 dan Angka Pengangguran 2,67 Persen)
Kabupaten Konawe Utara
Pada peringkat 151 nasional, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan 11,89 persen dengan penurunan sebesar 9,72 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 8.190 jiwa, menjadi angka terendah diantara seluruh kabupaten pada daftar perbandingan. Pendapatan per kapita masyarakat 81,77 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan 425,35 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Konawe
Menduduki peringkat 129 nasional, persentase kemiskinan tercatat 12,78 persen dengan penurunan sebesar 3,55 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 33.040 jiwa, menjadi angka terbesar kedua setelah Konawe Selatan. Pendapatan per kapita tercatat 86,44 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan 462,46 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Muna
Berada di peringkat 138 nasional, wilayah ini mencatatkan persentase kemiskinan 12,40 persen dengan penurunan sebesar 10,01 persen, menjadi penurunan terbesar diantara seluruh kabupaten perbandingan. Jumlah penduduk miskin tercatat 28.810 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat 43,63 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan 451,35 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Muna Barat
Menduduki peringkat 127 nasional, persentase kemiskinan tercatat 12,83 persen dengan penurunan sebesar 4,11 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 10.970 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 40,66 juta rupiah per tahun, menjadi yang terendah diantara seluruh kabupaten pada daftar perbandingan. Garis kemiskinan tercatat 451,71 ribu rupiah per kapita per bulan.