Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2024 mencapai 227854 Rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 1,7 persen dibandingkan tahun 2023 yang sebelumnya mencatat angka 231681 Rupiah. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, catatan pengeluaran tertinggi kategori ini terjadi pada tahun 2023.
(Baca: Harga Emas Hari Ini Selasa, 9 Juni 2026: Turun Rp10.000 ke Rp2.733.000 per Gram)
Sepanjang tujuh tahun data tercatat, pengeluaran kategori ini mengalami pergerakan naik turun yang jelas. Pada tahun 2019 terjadi kenaikan sebesar 23,8 persen menjadi angka tertinggi pada periode awal. Setelah itu terjadi penurunan dua tahun berturut-turut pada tahun 2020 dan 2021, sebelum kembali naik secara bertahap hingga mencapai pengeluaran tertinggi pada tahun 2023.
Berdasarkan perbandingan seprovinsi Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Lombok Barat menempati urutan ke empat dari sepuluh kabupaten dan kota yang ada. Di atas wilayah ini berturut-turut adalah Kota Mataram dengan pengeluaran 330783 Rupiah, Kabupaten Sumbawa Barat 312644 Rupiah, dan Kota Bima 284385 Rupiah. Secara nasional, wilayah ini menempati peringkat 151 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Untuk kategori pengeluaran total makanan dan bukan makanan per kapita sebulan tahun 2024, Kabupaten Lombok Barat mencatat angka 1187264 Rupiah. Dari nilai total tersebut, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi menyumbang sekitar 19,2 persen dari seluruh pengeluaran masyarakat per kapita setiap bulannya. Nilai ini lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk rokok dan tembakau yang mencapai 101616 Rupiah per kapita per bulan.
Kota Mataram
Kota Mataram secara konsisten menempati peringkat pertama seprovinsi Nusa Tenggara Barat untuk hampir seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2024, wilayah ini mencatat pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 330783 Rupiah per kapita per bulan, meskipun mengalami penurunan sebesar 7,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran total masyarakat di wilayah ini mencapai 1869381 Rupiah per kapita per bulan, atau hampir 57 persen lebih tinggi dibandingkan nilai yang tercatat di Kabupaten Lombok Barat.
(Baca: Persentase Rumah Tangga di Papua Barat Daya | 2025)
Kabupaten Sumbawa Barat
Kabupaten Sumbawa Barat mencatat performa pertumbuhan yang positif untuk kategori makanan dan minuman jadi pada tahun 2024. Wilayah ini mencatat kenaikan sebesar 11,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan nilai pengeluaran mencapai 312644 Rupiah per kapita per bulan. Untuk kategori pengeluaran total makanan dan bukan makanan, wilayah ini bahkan berhasil menyalip Kota Mataram dan menempati peringkat pertama seprovinsi pada tahun 2024 dengan nilai mencapai 1829378 Rupiah per kapita.
Kota Bima
Kota Bima mencatat kenaikan pengeluaran makanan dan minuman jadi tertinggi seprovinsi pada tahun 2024 dengan pertumbuhan sebesar 23,6 persen. Nilai pengeluaran kategori ini di wilayah ini mencapai 284385 Rupiah per kapita per bulan, dan menempati peringkat ketiga seprovinsi. Untuk pengeluaran bukan makanan, wilayah ini juga berada di urutan ketiga seprovinsi dengan catatan nilai 764758 Rupiah per kapita per bulan pada tahun terakhir.
Kabupaten Lombok Timur
Kabupaten Lombok Timur berada tepat di bawah Kabupaten Lombok Barat pada peringkat kelima seprovinsi untuk kategori makanan dan minuman jadi tahun 2024. Wilayah ini mencatat nilai pengeluaran sebesar 225294 Rupiah per kapita per bulan, dengan penurunan sebesar 8,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun berada satu peringkat di bawah untuk kategori makanan jadi, untuk pengeluaran total masyarakat wilayah ini justru berada satu peringkat di atas Kabupaten Lombok Barat.