Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Lombok Barat menunjukkan sejumlah perkembangan menarik sepanjang tahun 2024.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pengeluaran tercatat sebesar Rp227.854 per kapita per bulan.
(Baca: Tenaga Kependidikan SMK Laki-Laki Periode 2017-2024)
Angka ini mengalami penurunan sebesar 1,7% dibandingkan tahun sebelumnya.
Meskipun demikian, angka ini masih menunjukkan bahwa konsumsi makanan dan minuman jadi tetap menjadi bagian penting dari pengeluaran masyarakat.Dibandingkan dengan total pengeluaran masyarakat untuk berbagai kebutuhan, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi memegang peranan yang cukup signifikan.
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Lombok Barat adalah Rp1.187.264 pada tahun 2024.
Ini berarti, sekitar 19,2% dari total pengeluaran tersebut dialokasikan untuk makanan dan minuman jadi.
Sementara itu, jika dibandingkan dengan pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan, porsi pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi juga cukup besar, mengingat rata-rata pengeluaran untuk makanan mencapai Rp700.200 per kapita per bulan.Secara historis, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Lombok Barat mengalami fluktuasi.
Dari tahun 2018 hingga 2024, terjadi beberapa kali kenaikan dan penurunan.
Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2019 dengan pertumbuhan mencapai 23,8%, namun sempat menurun pada tahun 2020 dan 2021.
Tahun 2023 menunjukkan adanya kenaikan signifikan sebesar 20,8%, sebelum kembali sedikit menurun di tahun terakhir.
Fluktuasi ini menggambarkan dinamika konsumsi masyarakat yang dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi dan sosial.Pengeluaran masyarakat secara keseluruhan di Kabupaten Lombok Barat menunjukkan pertumbuhan yang bervariasi.
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan mencapai Rp1.187.264 pada tahun 2024, meningkat 1,3% dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan non-dasar.
Namun, pertumbuhan ini relatif lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pengeluaran untuk makanan saja, yang mencapai 15,2%.Dalam perbandingan regional, Kabupaten Lombok Barat menempati urutan ke-4 dalam hal pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di antara kabupaten/kota se-Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun 2024.
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kabupaten Halmahera Selatan 2%)
Peringkat ini menunjukkan bahwa tingkat konsumsi makanan dan minuman jadi di Lombok Barat relatif tinggi dibandingkan daerah lain di NTB.
Kota Mataram menduduki peringkat pertama dengan nilai pengeluaran tertinggi, diikuti oleh Kabupaten Sumbawa Barat dan Kota Bima.
Secara nasional, Kabupaten Lombok Barat berada di peringkat 151.Perbandingan dengan Kabupaten/Kota Lain di NTBBeberapa kabupaten/kota di NTB menunjukkan data perbandingan yang menarik terkait pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi. Kota Mataram: Pada tahun 2024, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kota Mataram mencapai Rp330.783 per kapita per bulan, dengan penurunan sebesar 7,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Kota ini tetap menduduki peringkat pertama di NTB. Kabupaten Sumbawa Barat: Pengeluaran mencapai Rp312.644 per kapita per bulan, dengan pertumbuhan signifikan sebesar 11,9%. Sumbawa Barat naik ke peringkat kedua. Kota Bima: Dengan pengeluaran sebesar Rp284.385 per kapita per bulan, Kota Bima mengalami pertumbuhan tinggi sebesar 23,6%. Kabupaten Lombok Timur: Pengeluaran tercatat Rp225.294 per kapita per bulan, dengan penurunan sebesar 8,5%. Kabupaten Sumbawa: Pengeluaran mencapai Rp210.208 per kapita per bulan, mengalami penurunan sebesar 11,5%.
Kota Mataram
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Mataram menunjukkan posisi yang kuat dibandingkan daerah lain di Nusa Tenggara Barat.
Pada tahun 2024, angkanya mencapai Rp985.712, tumbuh sebesar 16,8% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp843.792,3.
Peningkatan ini menempatkan Kota Mataram di peringkat pertama untuk pengeluaran bukan makanan di seluruh provinsi.
Pertumbuhan ini juga menunjukkan daya beli masyarakat yang tinggi untuk kebutuhan selain makanan.
Kabupaten Sumbawa Barat
Kabupaten Sumbawa Barat mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp859.991 pada tahun 2024.
Angka ini meningkat signifikan sebesar 23,3% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp697.278,87.
Pertumbuhan yang tinggi ini menempatkan Sumbawa Barat di urutan kedua dalam hal pengeluaran bukan makanan di antara kabupaten/kota di NTB.
Peningkatan ini mengindikasikan adanya peningkatan kesejahteraan dan kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan non-pangan.
Kota Bima
Kota Bima mencatatkan pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp764.758 pada tahun 2024, meningkat 4,9% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp729.275,97.
Meskipun pertumbuhan ini lebih moderat dibandingkan Kota Mataram dan Kabupaten Sumbawa Barat, Kota Bima tetap berada di peringkat ketiga dalam hal pengeluaran bukan makanan di NTB.
Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Kota Bima juga memiliki alokasi dana yang signifikan untuk kebutuhan selain makanan, menandakan stabilitas ekonomi di wilayah tersebut.
Kabupaten Sumbawa
Pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Sumbawa tercatat sebesar Rp635.543 pada tahun 2024, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sebesar 15,3% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp551.061,2.
Kenaikan ini menempatkan Kabupaten Sumbawa pada peringkat keempat di antara kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Peningkatan ini mengindikasikan bahwa masyarakat Kabupaten Sumbawa semakin mampu memenuhi kebutuhan non-pangan, yang berpotensi meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.